Sunday, December 30, 2012

Kopi bergula mentari (tahun-1)

Yap, tepat 1 tahun saya di perantauan. Banyak kesimpulan, banyak perubahan, banyak hal. Benar-benar banyak, dan exited sekali dengan 4,5tahun sisa di depan. Pasti gila-gilaan serunya.

Ada yang hilang yang langsung diganti, lalu yang lainnya hilang. Misteri qodar, subhanallah sekali.

Dari pmuda ga jelas yang suka ngomong sama tembok sambil bayangin bulan jadi pmuda dengan bertunangankan wanita sparo bidadari,
Dari punya kakek gagah jadi yatim kakek, dari yang hanya punya ipar jadi punya ponakan, dari plari 3km jadi 10km, dari 75k jadi 77k (tapi insyA 75lagi,hehe), dari ngrasa pengen kluar smarang jadi nganggep semarang adalah kota tersempurna untuk jadi rumah, dari ga tau apa itu gunting benang skarang malah tau meztcenbaum. Masi ribuan perubahan lagi.

Terutama, keluarga.
Keluarga lama, yang bukan berarti hilang, lalu nambah keluarga. Keluarga kosan, keluarga bedahsaraf, keluarga bedah dasar, keluarga calon istri, keluarga kantin cardio, dan masih banyak lagi.

seni mengolah rindu untuk tetap menghidupinya di dalam mimpi.

Dan sadar juga betapa perjalanan itu artinya besar. Analoginya banyak, sekolah, naik gunung, lari jauh, nyepeda luar kota. Just shut our mind up when it ask to stop, keep pedaling keep moving keep breathing keep the eyes open keep keep keep..

Selamat taun baru.
=]



Sunday, December 16, 2012

Reminisced (my grandpa)

"hal yang menyakitkan, saat tak sempat mengucap selamat tinggal.."
-kutipan dari film 'life of Pi'-

Sore itu yang saya ingat awan yang bergumul, belum pulang dari jaga dihari sebelumnya. Tak ada rasa apa-apa saat kakak saya telfon dan memberi kabar duka kecuali setengah tak percaya. Kakek saya yang tinggal satu itu (kakek dari ibu saya mninggal saat saya kecil, jadinya kakek saya tinggal yang dari ayah saya) meninggal. Tiba-tiba. Kecelakaan saat membersihkan genteng masjid.

Sedih karna kehilangan sosok di hati saya. Sedih karna saya tidak didekatnya. Tapi Ikhlas yg langsung hadir karna sadar ini qodarnya.

Saya adalah orang yang masih belajar mengenai smua, termasuk tentang arti keluarga dan arti kehilangan, dimana kehilangan sosok anggota keluarga itu tidak ada kecuali pahit di krongkongan dan pupil saya terus saja lupa berakomodasi, menerawang akan semua , mengenang beliau.

Sangat akan tak terlupakan, wajah bersihnya saat saya memandikan jasadnya, walau cuma jasadnya.

Saya bersukur, sepertinya semua mau mengikhlaskan, bahkan semua iri, beliau meninggal karna terjatuh di masjid di blakang rumahnya yg beliau bangun, dikubur di belakang masjidnya, dan sisi positif hidupnya yang tak habis-habis dibicarakan saat seharian ratusan orang datang melayat.

Bagi saya, dia pejuang, salah satu sosok idola, bahkan bagi saya dia yang paling mengerti saya dan ayah saya, melihat kami sebagai seniman bukan ahli bedah yang ngobrak-ngabrik otak, bahkan yang saya ingat saat menasehati saya untuk terakhir kali bulan kemarin mengenai rencana pernikahan saya. Ah, masih banyak skali.

Sedih, karena rindu beliau.
Senang, karena merasa punya beliau.

Innalillahi wainnailaihi roojiun.

Tuesday, November 27, 2012

Kala

Semua atlet melakukan latihan yang keterlaluan. Latian 4 jam sehari setiaphari untuk 2x45menit di pertandingan sepakbola di weekend saja, latian seharian bertahun-tahun untuk 2x6 menit gulat, lari jauh tiap hari sepanjang hari untuk event marathon akhir tahun.
Semua pelajar juga begitu, belajar bertahun-tahun demi ujian akhir yang hanya 2jam.
Para jago masak apalagi, belanja bahan masakan seharian, mengolahnya juga sharian, memasak lalu hanya untuk menyajikan sebuah menu dan dilahap beberapa menit.

Seolah waktu itu mempermainkan manusia yang ambisius hingga ga krasa dimainkan, kita ini dikhianati waktu, dibuat bahan tertawaan.

Mengutip katanya fahddjibran, waktu juga secara relatif memendek dan memanjang, kita merasakannya saat bosan dengan sesuatu, sang waktu ikut-ikutan memanjang, dan kala kota dikejar sesuatu, si waktu juga ikut-ikutan berlari.

Lalu apa yang sebenarnya? Apa yang seutuhnya tulus?

Ada suatu misteri, dimana kita ini hidup di atas kertas kontrak sebentar meurut waktu, untuk hidup selamanya di kehidupan 'nyata' nanti tak ada si waktu lagi, dia musnah entah kemana, itu juga kalau kita yakin adanya itu(kehidupan akhir).

Dan misteri-misteri lainnya sebenarnya banyak, seperti hati manusia yang selalu rela dijadikan bahan tertawaan si waktu, ga ada satupun bahkan berkonspirasi untuk ngelawan waktu.

Jadi kesimpulan tulisan ini adalah:
Saya sedang absurd, sekian trimakasih

Monday, October 29, 2012

Bulan ke 10: secuil siksaan batin

Entah sistem atau apa yang jadi penyebabnya, siksaan batin selalu hadir jika tim kami menangani pasien-pasien tak mampu ekonominya.

RS Soetomo tempat saya sekolah(dan kerja) ini adalah rumahsakit dengan sistem yang kompleks. Ga terlalu paham sih, tapi bisa ditarik kesimpulan kalo ada pasien 'umum' alias tanpa/belum ada sistem asuransi yang meng-covernya, biaya yang dikeluarkan mreka untuk pelayanan disini lebih mahal daripada di rumahsakit swasta. Belum lagi biaya sehari-hari dari transport makan blablabla yang dikeluarkan keluarga pasien yang nungguin kala ga produktif kerja (karna nungguin si pasien)

kasihan terenyuh gatega dan masih banyak kata lain untuk menggambarkan mreka. Dan lagi, ada beberapa kebutuhan medis tertentu yang ga ditanggung asuransi tertentu, jadinya ya termasuk saya ini yang bertugas meyakinkan pasien untuk tetap membelinya, tentu dengan rasa ga tega pas jelasin ke pihak keluarga pasien.

Di luar itu, biaya yang dikeluarkan keluarga yang nungguin pasien, iya kalo mereka beranggotakan banyak jadinya bisa gantian, yang saya lihat sbagian besar tetap melibatkan para kepala keluarga atau anggota keluarga yang jadinya mereka ga produktif alias cuti dari pekerjaan demi nemenin si pasien. Makan dan mandi, transport dari rumah, bla bla bla itu smua ngluarin duit.

Solusi mentahnya adalah tentang asuransi kesehatan. Kebanyakan masyarakat ngurusin asuransi nya persis saat anggota keluarga mereka sakit. Kalo analoginya: asuransi kesehatan itu seperti pakai celana dalam. Semoga anda paham.

Walau saya, kami, bertugas melayani pasien hingga optimal menghadapi penyakitnya, namun batin kamipun sebenarnya lumayan tersiksa.

Apapun, saya dan situ dan smua harap jaga dan bersukur akan kesehatan. Beneran deh

Friday, October 19, 2012

Sepatu lari (2)

Kali ini mau share tentang yang saya tangkep mengenai sepatu lari. Banyak banget merk dan model spatu, tapi karna saya ini nike funboy, jadi saya ambil aja contoh pembagian buat sepatu lari nike. Saya jamin, performa dan efisiensi olahraga lari dan kenikmatan-kenikmatan yang mengikutinya akan optimal jika sepatu lari yang dipake saat lari cocok sama 'tipe' kita.

Nah, tipe sepatu yang pas buat kita tergantung dari:
1. BMI (Body mass index)
2. tipikal kaki
3. jarak/kebiasaan lari
4. Selera (dan duit)

sebelumnya, ini cuma berdasarkan analisa saya yang buah hasil dari pengalaman lari saya sendiri dan kepahaman baca-baca majalah lari random.. hehe
 Jadi tipikal spatu dibagi 3: Netral, Stable & barefoot (ini ikut pembagian nike aja ya biar gampang paham..)

1. netral
cirinya: solenya paling tebel diantara jenis spatu lain, juga disertai rangka yang lebih stiff sampai nutupin smua kaki. contohnya: nike pegasus (kaya gambar diatas), mizuno wave creation, adidas supernova, brooks trance, dll. dan biasanya yang murah meriah itu tipe yang ini.. walo yang muahal juga banyak *monggo di google yaa..












2. stable
Punya sole yang tebal tapi cushioningnya lebih 'empuk' dari tipe netral, bungkus kaki juga lebih soft karna kerangkanya ga sekeras yang netral. contoh: nike lunarglide, nike lunareclipse, dan lunar, lunar lainnya, puma faas 800,  adidas boston, newbalance 890, asics gel-exel, scouny powergrid, dll






3. barefoot
Yang bare foot ini, puny sol yang minimalis, alias tipis, biasanya spatunya flexible sekali bisa ditekaktekuk, yang paling barefoot tuh yang spatu lari yang bentuknya beneran kaya kaki ada jarinya 5..yang konvensional and paling happening ya nike free, ada juga newbalance minimus zero, merrel roadglove, dll.. 


oke, kita bahas satu-satu berdasar faktor-faktor tadi yee..

1. BMI
     Adalah hasil dari pembagian berat tubuh (kilogram) dengan kuadrat tinggi badan (meter), obesitas jika lebih dari 30. lebih dari 25 pre obes, 22-25 so so lah yaaa (kayak saya, hehe) kalo kurang dari 22 tu kurus.. sepatu yang cocok buat mas-mas mba-mba yang ndut adalah yang netral, sole dan kerangka spatu lebih stiff dan ngebantu langkah lebih stabil. kalo yang BMI tengah-tengah bisa pake yang netral atau yang stabil. Sedang buat si ceking disana *sapa si yang ga pengen kurus?* bisa pake tipe stable atau yang barefoot..

2.Tipikal kaki
ada tipikal orang yang kalo napak flat alias smua bagian telapak nempel di tanah, ada juga normal alias lengkung tengah telapak ada yang ga nyentuh tanah, yang trakhir yang over-prone, yaitu yang lengkung kakinya lebih gede hingga telapak yang nyentuh tanah lebih dikit daripada dua tipe kaki lain. Smua ini slain genetik, juga dipengaruhi kebiasaan. Kalo mau tau liat aja sol spatu kita, karetnya abisnya rata atau bagian tertentu. Untuk yang normal, cocok buat smua tipe, untuk yang flat, perlu cushioning yang lebih dari pada yang overprone. Paling bagus sih netral ya.. jadi yang overprone gimana caranya biar gayanya pas napak sama kaya netral, dan yang flat juga demikian.

3. Jarak atau kebiasaaan lari
Untuk yang seminggu jumlah jarak larinya kurang dari 20km, lebih cocok pake yang netral. Kalo yang diantara 20-40km seminggu asiknya pake yang tipe stable, dan para orang-orang gila yang lari lebih dari 40km seminggu lebih cocok pake yang barefoot. Logikanya, smakin jauh jarak lari seseorang, kaki ini beradaptasi otot-otot dan bantalannya. Yang biasa lari di tredmil aja, spatu barefoot kadang lebih nyaman, beda sama yang larinya di jalanan aspal yang lebih cocok pake tipe yang stable atau netral, kalo di hutan bisa pake apa aja asal jahitan solnya kuat dan kaki lebih aman dari cedera.. *banyak spatu khsusus lari hutan (Hasher atau para trail runners) yang saya kurang paham jenis-jenisnya..

4. Selera
Selera model spatu, fans sebuah atau beberapa merk, dan tentu saja budget yang dimiliki buat hobi lari ini juga ngaruh. biasanya spatu dengan kualitas standart sampai high-end harganya sekitar sejutaan (rupiah), kalo yang dibawah 500ribu, biasanya kalo ga lagi diskon ya spatu yang kurang ada tehnologi nya dan biasanya buat tipe yang netral. Pun selera juga ngaruhin, ada banyak komunitas barefoot yang ga doyan pake spatu lari alias suka 'nyeker' pas lari padahal dia jarang-jarang lari dan badannya obes. Para hasher atau pelari 'alam' yang suka nerobos hutan sambil lari kaya siluman srigala, hehe, juga punya titpikal kaki dan kesenangan masing-masing, contoh aja, nike juga ngluarin nike lunarfly TRL buat spatu tipe stable tapi dengan karet pada dasar sol yang tebel. Dan banyak hal lain..

Oke, gitu aja sih, simpel kan? Moga yang baru nemu knikmatan & bagi yang uda lari tapi sering cedera, bisa nemuin jenis spatu yang cocok di saku, di kaki dan terutama di hati.

Karna lari itu, harusnya ngelibatin hati. *halah

Wednesday, October 10, 2012

Sepatu lari (1)

Mungkin banyak idiom di pikiran kita karna ditanam bahwa olahraga paling murah adalah lari. 1tahun ini saya sudah menganggapnya dusta.

Pada dasarnya saya suka dan menikmati olahraga yang bisa 'nyendiri' seperti lari dan nyepeda, seperti menemukan kesunyian dalam musik jantung dan nafas dipadu angin yang menyerempet telinga.

Dan satu tahun ini, dikarnakan nyepeda tidak ideal di khidupan sekolah dan kota perantauan saya ini, lari jadi pelarian yang lama-lama sayapun terjerumus dalam kenikmatannya.

Sepatu lari adalah satu-satunya appearel yang harus dipenuhi untuk lari. Itu dulu, sekarang saya butuh clana dan atasan khusus, armband atau jam yang bisa untuk jalanin aplikasi buat ngedata lari, dan mungkin kedepannya saya bakal butuh lebih banyak lagi untuk sekedar lari.

Seiring dengan itu, awalnya saya bangga banget busa lari 2kilometer dengan pace hampir 10menit perkilo.
Sekarang saya busa
Nyesel seharian kalo skali lari dibawah 5km, atau pace larinya 5gendut (6menit kurang perkilo)

Banyak pelajaran dari hobi ini, slain filosofi-filosofi hidup, perhatian pada kesehatan dan kenyamanan lari kita jni tergantung sangat pada sepatu. Ga sembarangan loh ternyata.

Saya termasuk penggemar sepatu,
Tipikal orang yang hobinya terdampar di sport-shop.

Tapi ada baiknya saya share tentang pemilihan sepatu "tepat". karna apa? Karna sekarang ga ada sepatu bagus yang murah! Jangan sampe salah beli lah ya, setiap kaki tu beda euy!




Wednesday, September 26, 2012

25September

Kembali lagi ke masa dimana blog adalah diary. Saya cuma ingin berbagi, minimal untuk mesinnya google hehe

Saya sudah rada susah mengingat detil awal pertemuan kami, sebut saja Arwen. Saya pernah sayang dia sampai ubun-ubun, saya bisa mengingatnya meski susah *gajelas ya?*

Interaksi kecil membuat saya tidak naksir tapi langsung jatuh, saya berubah, saya sadar itu, seperti kerasukan DNA virus di dalam semua inti sel saya. Alhamdulillah banyak hal positif bila di logika, ada yang langsung ada yang tak langsung.

Mungkin 4tahun bersamanya adalah sebuah bagian hidup saya yang akan saya simpan baik-baik, meski di gudang, bukan untuk dibuka-buka lagi albumnya, tapi untuk sekedar memahami arti ikhlas akan takdir.

Kami sempat di titik tertinggi, menatap senja tanpa sadar slain rasa, sering pula di titik bawah dimana mungkin lelah seperti lari marathon.

Saya pernah merasakan, hati itu bisa bicara, dia bicara tentang berenti. Sayang sekali waktu itu hatinya yang bilang tentang memulai. Tapi saya seperti tahu, semua harus diakhiri, dan dia akhirnya paham.

Lalu kami beranjak, di dalam musik sepi di hati masing-masing, saya paham itu.

Kemarin, saya memimpikan datang ke pernikahannya *sumpah saya tak tau, cuma tau dia sudah memutuskan menikah*, itu bukan mimpi buruk karena saya tersenyum kalau anda melihat saya tidur. Tepat keesokannya saya dikageti oleh telfonnya, saya mengangkat dan seolah tau ia telfon untuk ceritra tentang ijabkabul siang harinya. Saya sungguh tersenyum, tak ada berat, apalagi tangis, saya bersukur sangat, diatasnya lega, saya tau dia juga, karna dia juga diam-diam tau mengenai pertemuan saya dengan calon jodoh saya. Kami pun merasa mengobrol berjam-jam padahal cuma sepuluh menit. Saya memang tak bisa datang ke resepsinya, sengaja? Mungkin iya. Entah kenapa.

Kemaren, 25 september, adalah ulangtaunnya, saya sengaja diam tapi mengucap doa untuknya di subuhnya. Saya yakin dia tahu dan paham.

Ikhlas? Mungkin ini yang saya rasakan dinamakan itu.. =]

Perjalanan. Saya suka ini, begitu nyaman di akhir.

Untuk Arwen, terimakasih, semuanya indah karena hanya judul itu yang saya ingat di buku kita. Selamat jalan, karena saya tahu kamu tahu kita tahu posisi kita.

Untuk Eos, trimakasih, karena ternyata kamu yang akan kunikahi, dan dengan kamu, saya akan berjalan.
Karena kamu jawaban atas semua doa.


Wednesday, September 05, 2012

Apa yang salah?

Kalo temen2 baca brita yang
Saya captured dari majalah detik ini, isinya sama aja dari smua media yang memberitakan hal itu, angka kecelakaan lalulintas yang ninggalin korban jiwa hampir 1000 dan disertai angka kecacatan dan kerugian akibatnya. Sungguh gila. Apa kita harus tetap berpikir itu 'cobaan' dari Tuhan? Saya ga stuju.

Kita tau pemerintah punya andil besar dalam event seperti saat arus mudik, dan mreka(pemerintah) memang ahli dalam membuat kita sebagai rakyat berpendapat: "yasudahlah ya..". Hehe maksud saya, saya males bahas.

Mari kita melihat dari sisi kita sendiri, sebagai orang-orang awam yang sebagian besar tahu sama tahu knapa kendaraan motor jadi semakin banyak, kendaraan umum segitu-segitu aja, dan mobil-mobil mewah pun juga bertambah.

Kita kerucutkan lagi, kita bahas aja tentang kendaraan roda 2.
Kebetulan saya sedang belajar dan bekerja di bedah saraf di RS.Sutomo, yang setiap harinya, di IRD nya, didatangi lebih dari 10-20 pasien kecelakaan bermotor roda 2, yang sebagian mengalami cedera kepala, sebagian dari itu meninggal, sebagian sisanya minimal nginep rumah sakit atau ninggalin kecacatan otak dan organ slain otak. (maaf saya nulis ini ga berdasar data)

Memang sbagian besar negara melalui sistem askes dan lain-lain menangggung pengobatannya. Tapi, saya slalu miris ngliat dampak bagi si korban mulai dari ekonomi, sosial, kerjaan, blablabla. Mungkin bagi negara si gampang ngluarin bermiliar rupiah dalam sebulan untuk mereka, tapi betapa indahnya jika itu bisa dicegah?

Saya rada bingung ngeliat smua iklan sepeda motor roda dua di endonesia ini SELALU mengandalkan dan menawarkan betapa produk mreka bisa dibuat 'ngebut'. Asli saya dari awalnya suka si komeng jadi ilfil ma dia gara2 dia jadi icon yamaha apa itu yang bisa ngebut sampe segitunya..

Kematian terbesar usia produktif di dunia (berdasar data WHO) itu dari kmatian akibat kecelakaan lalu lintas. Bukan kanker ato yang lain.

Keamanan di jalan bukan tangguangan pengendara motor atau mobil lain kan? Bukan kalo ada polisi aja lalu berenti di blakang garis marka dan ga nyuri2 jalan saat rambu baru aja merah? Atau merasa seru kalo bisa ngebut dan nyalip kiri mobil yang uda reting kiri? Dan saya yakin temen-temen masi sering lihat anak muda sampe orangtua yang berkendara tanpa helm dengan alasan masi deket rumah padahal uda di jalan raya?

Saya pernah magang di salah satu kota di Jepang, motor roda 2 disana mannernya baik, dan didukung oleh sistem ga boleh ada motor roda 2 yang melebihi 50cc alias ga boleh boncengan, alhasil di instalasi gawat darurat disana terbalik dengan disini, bukan 3/4nya kecelakaan motor roda 2. Jadi pemerintah mereka ga usa nguras kocek buat biaya kesehatan rakyatnya seperti disini karna concern bgt sama yang namanya prevensi.Conto aja pada bulan itu pas saya disana slama satu bulan hanya ada 1 pasien kecelakaan lalulintas, itu aja cuma mengalami cedera otak ringan.
Memang sih kita ga bisa nyama-nyamain negara maju sama endonesa yang notabene negara berkembang. Tapi apa salahnya lingkungan kita dikit-dikit diajak sadar? Mbuh piye carane hehehehe

*maaf bukan tulisan solutif

Sunday, August 05, 2012

Bulan ke-8: "Keputusan"

Mungkin yang pernah membaca sisi lain saya yang beberapa taun trakhir saya tumpahkan ke account tumblr saya ( www.fullmoonrabbit.tumblr.com ) bisa ngecap saya sbagai penggalau yang tajam. Hehe
Dan skitar 3bulanan ini saya ngrasa kehilangan itu, iya, saya ga pernah 'madep tembok' lagi. Twitter saya garing. Saya tumpul, ga punya sesuatu untuk diungkap #ifuknowwhatimean
Perjalanan hati saya, walo ini cuma sesisi kecil dalam perjalanan hidup ini, merupakan hal yang cukup essensial.
Trakhir mungkin dipuncaki sama idealis: " I am the boy who put his heart to the moon, and through the whole llife without it (heart) "
Justru, disaat memasuki pintu ikhlas itu, jawaban-jawaban itu perlahan datang. Yeah, its life. Saya cinta Allah dengan segala jawabannya.

Inti cerita saya disini, saat saya menulis ini, Alhamdulillah, saya sudah memiliki keputusan, saya sudah memiliki keyakinan, bahkan sudah menyewa gedung dan cathering nya, desain baju dan lain lain tetek bengeknya. Smuanya saya percaya adalah jawaban untuk saya. lega yang luar biasa. Saya tak tau apa ada hubungannya dengan keputuhan hati saya buat ngikhlasin masa lalu. Entah saya ga mau tau.

yang baca ini, doain ya pernikahan saya lancar April besok (ssstttt, ini bocorannya)


Monday, July 02, 2012

bulan ke-6: Smurf @ IRD RS.Soetomo

Time flies.

itu kata-kata umum yang slalu aja cocok bila kita menilik ke belakang.
6bulan dari 11semester saya di sini tiba-tiba aja uda lewat.
DAAN sepertinya kami mulai di kehidupan rumah sakit yang bersinggungan langsung dengan pasien sekarang. Saya ambil contoh yang paling konkrit: JAGA.

Seragam jaga ppds bedah di Fk Unair-RS Soetomo Srby adalah biru-biru, seperti yang bisa dilihat diatas. Jaga di IRD disini (sbagai ppds) itu mnurut saya lebih kompleks daripada jaga pas saya koas dulu atau pas jadi dokter jaga ugd di rumah sakit swasta.. System talks, susah kalo dijelasin, hehe, bukannya sistem yang buruk, tapi memang kondisi jumlah pasien yang masya Allah banyaknya, plus bla bla bla lain ngebikin para Smurfy-smurfy itu bahkan ga bisa istirahat slama jaga, saya percaya semua smurfy ini akan menjadi ahli dalam mencuri tidur pada saatnya. hehe

Btw, di sisi lain, saya mnikmati ini, jadi belajar banyak mengenai pengelolaan pasien dan tetek bengeknya.

Oya, saya uda nemu Eso-saya loh. Moga jadi takdir saya... hehehe Amiin
NB: kalimat trakhir ga usa dipedulikan maksudnya..

Mau puasa ya? maaf lahir batin smuanya =]

Tuesday, May 22, 2012

Semarang-Borobudur Audax 2012


Tanggal 13 Mei kemarin, Acara tahunan yang diadain sama SAMBA dan perkumpulan sepeda lain di Jawa Tengah dan sekitarnya ngadain "tour de Borobudur ke XII". (tahun lalu, saya juga ikut, klik: sini )

Kali ini lebih rapi dari sebelum-sebelumnya, dari mulai jersey yang kualitasnya bagus, polisi yang ngawal kita spanjang 80km, bayangin aja, slama perjalanan peserta  sbanyak 900an peserta acara ini bebas lampumerah dan persimpangan besar semuanya di setop kalo ada rombongan speda lewat. Di setiap tempat istirahat, disediakan minuman, dan makanan buat ngisi perut, sperti pisang, buah, roti.

Saya sendiri 'dikawal' sama mobil teman saya, rombongan tepatnya, liat aja foto-foto saya yang keren-keren itu, hehehe..

Dan karena uda tau medan dan faktor tehnik dan fisik yang lebih baik dari taun lalu, saya menempuh waktu 3jam 20menit untuk jarak bersih 79km, istirahat di pit stop 2kali (tahun lalu brenti 5kali). Ditambah, untuk ke Semarang, saya memberanikan diri/nekad buat izin di Surabaya dan naik kreta bersama speda saya yang saya tata dalam koper khusus. Uda kaya pro aja ya.. hehe

Overall, sangat, sangat , menyenangkan.
Taun depan pada ikut yok?







Tuesday, April 24, 2012

BII MayBank Balimarathon 2012.


The history just happened at April 22 , 2012. 
Event seperti ini baru kejadian kali ini. BaliMarathon 2012. Secara awam yang saya tahu Indonesia memang belum memiliki acara lari maraton bertaraf internasional. Pol-polan acara lari lokal yang diikuti temen-temen dalam negri aja.. gak se-wah yang kemarin ini. Dan rencananya mereka akan mengadakan setiap tahun. Semoga saja =]
Cek disini kalo mau tau lebih.

Bagi saya, itu adalah 10K kedua dalam hidup saya setelah 10K pertama di adidas KOTR September lalu.
Rada nyesel sih ga ikut yang half marathonnya (21km) seperti teman-teman. Tapi Alhamdulillah, target waktu saya (under 50mnt) sampe juga. Iya, waktu saya 49 menit. Saya senang.

Saya memang melakukan banyak latian untuk ini. Dari sepatu nike lunarlon, running kit serba mecing, hehe, armband dan earphone khusus untuk mendukung aplikasi endomondo dan nike+ di smartphone saya, serta meluangkan waktu buat 2-3x lari setiap minggu. setidaknya 3-5km setiap lari.

Diliat dari sisi lain, saya suka perkembangan olahraga di Indonesia. Mungkin prestasi masi jauh dari harapan. Tapi gaya hidup olahraga sekarang jadi trend. Dari sepeda sampai lari. Positif banget kan itu?

Mari lari =]



Monday, April 02, 2012

Bangga?


Ngomongin ke-profesian kami (baca: dokter), sebagian dari kami(bukan sebagian besar loh), pada bangga banget jadi dokter hingga rada nganggep profesi lain di bawah nya. Terlalu kasar sih memang kalo saya menjeneralisasi itu, tapi ada beberapa hal yang bikin risih saya. Ada bebebrapa hal, terutama sering nyantumin 'dr' di nama-nama account socmed mereka. @drMADUN ato @dr_Parmin atau dr-dr lain. Mending uda jadi dokter, eh kebanyakan yang nyantumin itu para mahasiswa s1 yg masi jauh perjalanannya.

Kami memang belajar lebih lama dari profesi lain dalam hal mencapai gelar itu. Bukan berarti kami lebih tinggi derajatnya dari profesi lain, banker, pengusaha, seniman, bla bla bla. Menurut saya kami itu sama aja. Sejak awal mahasiswa, tugas-tugas menumpuk, praktikum sering, teksbook tebal, (katanya) apalan harus kuat. Mnurut saya: nggaa!! Anak-anak tehnik lebih gila praktikum n tugasnya, tabel-tabel statistik dan angka lebih jelimet bisa aja gitu di kerjain anank-anak ekonomi, teksbook-teksbook anak tehnik informatika parah tebelnya.

Secara sejarah, memang terbukti dokter lebih nonjol disamping profesi lain, tapi itu ga pantes jadi modal buat ngebanggain berlebihan, kan? Exactly, we know better about human body's system, but life ain't about it only, right?

Mungkin ya, kalo dari hipotesa saya, proses yang di dapet dari perjalanan profesi kami, ngebikin sebagian dari kami tekurung dalam pandangan dan pikiran yang sempit, ketemu itu-itu aja, terperangkap dalam batasan-batasan prototipe dokter ideal (dari cara berpakaian, sampe pandangan 'derajat' di masyarakat). Dan emang sih, ayah ibu kita sebagian besar masi terperangkap dalam pandangan bahwa 'dokter' itu calon menantu yang bisa dibangga-banggakan.

Moga-moga saya diijinkan untuk tidak menyantumkan titel dr saya di undangan nikah saya nanti, malu-maluin, mnurut saya. Knapa? susah dijelasin, malu aja.. hehe
hehe, maaf loh kalo ada yang ga stuju, selintas aja ni di otak saya.

tapi, buat yang disana:
Hey, kita ini kecil, teman. =]

Tuesday, March 20, 2012

Bulan ke4: Arti Pulang




Lumayan ga krasa, mungkin karna rutinitas monoton yang memenuhi hari-hari saya. Kuliah dari Senin sampai Jumat, pagi sampai siang. Sore ambil data sampai hari Kamis bantuin kakak-kakak bikin laporan forum mingguan. Senin ngaji, Selasa pagi joging malemnya Basket, Rabu malem futsal, Kamis bikin laporan, Jumat jalan, Sabtu pagi Futsal lalu lanjut bobo seharian, Minggu Nyepeda Sidoarjo pagi sore bikin laporan Nerotrauma di IRD. Sela-sela itu saya juga jadi sering jalan ma anak-anak dari bagian lain sesama MKDU, temen-temen baru (kecuali ada tugas).
Siklus yang monoton, tapi jadinya krasa cepet.

Tanggal 18 Maret, weekend trakhir saat saya nulis ini. Sahabat terdekat saya, Erik, nikahan di Semarang. Kalo dicritain tentang perjalanan cintanya sama istrinya, Dina, dimana sedikit banyak saya ada di dalamnya (sok penting ya saya?) critanya panjang, jadi ga saya critain disini ya..
Jadilah saya 'meksa' untuk pulang ke Semarang, kalo diitung itung saya jarang pulang untuk ukuran jarak Surabaya-Semarang yg cuma 4jam naik kreta..

Singkat cerita, terjadi banyak hal, bisa disebut kepulangan kali ini diantara penyelesaian masalah-masalah yang saya tinggalin selama pindah kesini, dan melipur rindu dari penatnya suasana Surabaya (bukannya ga krasan, tapi mnurut saya, ditunjang dengan rutinitas sekolah awal, tapi secara kota saya ga suka Surabaya, belum suka.).




  • Saya ketemu sama teman-teman Semarang saya, secara dari SD saya uda temenan dan satu lingkungan sama Erik, dan Dina juga saya deket, dan taulah Semarang itu kaya Friendster kecil, semua orang berhubungan. iya, kecil banget.
  • Kota Semarang sendiri, udaranya, jalan-jalannya, orang-orangnya, bangunan-bangunannya, teksturnya, semua-semuanya. Kalo ada ibu kota provinsi di Jawa (saya g tau slain pulau Jawa) yang stagnan, ga pernah brubah, gitu-gitu aja, ya Semarang jawabnya. Dan ke-subjektif-an saya ini juga karna saya emang lahir dan besar disini. Mohon maklum ye.. =]
  • Arti keluarga. Kebetulan kakak saya dan suaminya juga hadir untuk nikahan Erik, kenal baik juga mereka. Jadinya kami , kluarga saya bisa berkumpul "lengkap". Mungkin saat dulu saya ga nganggep sarapan bareng ato pergi makan bareng itu artinya seged yang saya rasakan sekarang. Ayah saya sibuk operasi, Adek saya uda mau Koas dan sibuk pacaran, Mama sibuk ngurusin ini itu dan jadi gendut *halah, kakak saya yg uda jadi orang juakuartah ikut suaminya, dan saya duduk di bawah langit kota yang jaraknya lebih dari 300km dari rumah. Selain itu, baru kali ini saya memecahkan masalah saya, tentunya yang berhubungan dengan ortu, ngomong baik-baik, dan amazingly, mreka nerima argumen saya. Tentang nikah, saya nunda, padahal mreka minta cepet, sepaket sama calonnya. Mreka stuju saya nunda. hehe.. (biasanya kalo beda paham gitu diskusi kami diakhiri pertengkaran.)
  • Get away to Jepara with my special agent. bersama si Icil, si agen Bulan saya. =]
  • Meng-clear-kan masalah says same Arwen saya. Mungkin teman-teman yang pernah iseng baca tumblr saya, tau lah siapa itu si Arwen, minimal ngebayangin liv Taylor bojonya Aragon di LOTR. hehe.. Mungkin lain kali saya ceritain di postingan lain tentang Arwen ini. Too complex, too dreamlike, too lovely, too hurty..
Trakhir saya kumpul bareng di BaksoMania, warung Bakso kelolaan keluarga Erik-Dina sebelum kami berpencar ke kota masing-masing.

Kalo beberapa waktu lalu, saya pengen merantau sangat itu, salah satunya untuk ini, memiliki perasaan 'pulang'. Mungkin banyak yang belum atau banyak juga yang uda ngrasain hiperbol rasa saya ini?

iya, Pulang.

and, i feel much better now =]

Thursday, March 08, 2012

mendaki Kembar Dua (Arjuna) -2,end-

Kami mengikuti setapak setapak yang biasa dilalui para pencari kayu bakar, mbah Garmin hanya bisa nunjukin arah puncak, stidaknya itu ngebantu biar ga salah arah, ga lucu kan, kita nanjak segitunya tapi ga sampe puncak malah k ujung tebing yang jurangnya nuju ke istana underworld-nya Hades?
Setapaknya banyak banget yang bercabang, streamline (tali-temali/tanda yang ditinggalkan para pendaki di dahan-dahan buat nunjukin jalan 'yang bener') yang ada malah kadang bikin kita tersesat. Kalo dikumpulin, kami tersesat bisa ada 3-4jam sendiri, kami ngkikutin streamline, lalu ga ada jalan lagi, ato malah ke tebing yang g ngarah kepuncak, ditambah hujan, lalu kami turun ke titik lebih bawah untuk mengulang meniti setapak lagi, yang ternyata setapak yang benar banyak yang ketutupan semak semak dan dahan yang menyilang.

Kami pun menyimpulkan kalo jalur kami ke puncak ini memang jarang dilewati, sampah-sampah seperti bungkus permen atau yang lain yang Alhamdulillah sering jadi penunjuk jalan ini, juga sudah pada usang, nunjukin kalo itu udah lama. Dan yang paling asoi adalah pada ketinggian sekitar 2700an, kami harus menembus hutan pinus yang hutan itu (mungkin) satu-dua tahun trakhir ini mengalami kebakaran, absolut ga ada setapak, jadi kami melewati, menembus pohon-pohon besar sampai kecil yang rubuh, berlapis arang, dan sarang laba-laba yang dengan keterpaksaan kami rusak biar bisa lewat. So much critical point in those journey we had through, iya, emosi kami berdua begitu diuji, selain fisik tentunya. Senangnya saya sama Zaki sama-sama tipikal bisa mendam, hanya diem-diem aja, mungkin sama-sama memehami filosofi perjalanan seperti ini, pasti adddaaa aja... *tsaaah

Banyak sekali keindahan yang kami temukan disamping penderitaan-penderitaan itu, ini gunung pertama yang banyak 'hot steam' (lubang-lubang yang mengeluarkan asap panas dari inti bumi, kadang berbau belerang) nya di ketinggian tertentu. Jadi kaya setting film-film kolosal cina saat pendekar-pendekar bertarung dalam hutan yang keluar asep2 sebagai backgroundnya *opotoh..

Kami berjalan diatas hutan dengan tanjakan lumayan tajam, Alhamdulillah perjalanan yang kami tempuh dari jam 8-9an pagi kami akhiri pada skitar pukul 4-5an sore di padang rumput yang lumayan datar dan luas buat ngecamp, terletak antara puncak satu dan dua, kami memutuskan disini, dan melanjutkan misi muncak kami pada sebelum subuh keesokannya, kami sangat lelah dan kedinginan (tadi sempet kehujanan juga), setelah bersih-bersih, bangun tenda, masak-masak, kami menikmati sunset (sebenarnya zaki aja yang nikmatin, saya uda di dalam sleepingbag karna menggigil kedinginan skitar 1jam-an), kami istirahat sampai jam3 dini hari. Malam itu begitu sunyi, langit sangat cerah, sesekali kami menengok keluar dan menikmati indahnya ribuan rasi bintang yang dengan tak senonoh terlihat jelas di langit malam yang sangat cerah.

Pada jam 3an kami bangun, skitar stgh jam kami bersiap-siap, hanya membawa minum dan sejumlah cemilan di ransel kami, berjalan menuju puncak dua, ujung dari misi kami, yang kami tempuh skitar 45menit dari tempat kami ngecamp.

Kami sampai puncak tepat pada saat matahari masuk gerbang terbit, lanit di atas kepala kami masih gelap, namun fenomena di ufuk timur yang warnanya mulai nyampur antar biru dongker dan orange. indah. speechless.
Zaki bertanya pada saya, siapa yang mau azan, saya spontan mengiyakan, slama ini saya 'cuma' solat di puncak, kali ini saya azan. merinding, bukan karna dingin (meski jari saya uda ga krasa karna hampir beku, lupa bawa kaostangan euy), tapi karna merasa begitu kecil , begitu lemah, begitu... hmmm, ga ngerti diskripsinya gimana. Sungguh pengalaman spiritual indah. Mentaripun pelan-pelan terbit, sekeliling pandangan kami hanya langit, batas cakrawala, puncak arjuna, welirang, dan beberapa gunung kecil d sekitar awan-awan yang begitu indah menutupi kaki-kakinya.

Singkat cerita, sperti pendaki pada umumnya, kami menikmati 1-2jam an momen di puncak dengan diam, foto-foto, diam, foto-foto, diam,, =]

Pada jam8an kami meringkaskan barang-barang kami, mengisi perut kami, lalu mulai turun... Kami pun beberapa kali tersesat tapi cepat menemukan jalan yang benar (turun gunung lebih jelas ngeliat setapak). lutut saya, angkle saya mulai lemas, tapi saat itu hanya kepulangan yang dirindui.

Kami sampai di Surabaya skitar sore jam4an, Alhamdulillah. Kepulangan adalah 'the real finish' kata Zaki.















Wednesday, February 29, 2012

Mendaki Kembar Dua (Arjuna) -1-


"Naik gunung yok!" itu yang saya katakan secara spotan dari dalam hati kepada teman baru saya, Zaki, yang notabene adalah tipikal (passionnya) pecinta alam.
Kebetulan atau bukan, jarang sekali teman-teman sejawat saya, di lingkungan saya yang masih mau diajak untuk berpetualang. (baca: naik gunung)

Saya adalah tipikal pendaki 'seadanya', ga terlalu curious, tapi butuh ngalam setidaknya 2-3kali setahun. Iya, puncak gunung itu salah satu get away terindah, absolut. Saya sendiri selalu minjem semua peralatan outdoor untuk naik gunung.

Tanggal 25 kemaren, saya dan zaki mulai melakukan perjalanan itu. Kami hanya berdua.
Kali ini saya mendaki dengan lengkap, tentu saja minjem zaki smua, hehe. Dari carier, plonco, alat masak dan makan, spatu outdoor, dll dll, pokoknya anak pcinta alam banget deh.

Gunung Kembar dua (3126mdpl/meter diatas permukaan air laut), adalah salah satu dari 4 puncak yang berjejeran. Mulai dari Welirang (3156mdpl), kembar 1 (3052mdpl), dan Arjuna (3339mdpl). Zaki sendiri belum pernah ke sini, motivasi dia untuk memuncaki kembar 2 adalah karena hanya penasaran, karena ke 3 gunung di sebelahnya ida dia daki. Sangar ni anak.. hehehe
kami 'hanya' bermodalkan embah Garmin (GPS tools ituloh) dan keterangan dari http://www.gunungbagging.com/arjuno/

Kenapa 'hanya' karena didalam perjalanannya, saya tersadari bahwa gunung kembar dua ini jarang di daki. Setapak 'gak jelas' dan bekas kebakaran hutan di beberapa spot membuat kami seperti 'nerabas' hutan. Hal paling 'GILA' yang pernah saya lakukan selama berpuluh kali saya naik gunung.

Kami diantar seorang teman dari Surabaya ke daerah Cangar (1700mdpl) via Pacet (mojokerto) yang memeakan waktu 2,5jam dari Surabaya. Kami berangkat pada Jumat sore, dan sampai pada kaki gunung, di depan sebuah desa yang menjadi pintu masuk perjalanan kami.

Tepat jam setengah8 malam itu, kami memulai. tampak sunyi, cuaca cerah, bintang-bintang begitu indah, angin malam yang membuat pori-pori kami menutup, uap yang terlihat keren keluar dari mulut kami saat ekspirasi, dan dengungan lagu-lagu akira kosemura di kepala saya.

Iya, saya selalu gembira saat seperti itu, memulai yang saya kangeni.

(gambar diunduh dari sini )

Tuesday, February 07, 2012

finally, WE ARE THE CHAMPION! -Undip Medical basketball team as the winner of Solo Medical Cup 2012-

AKHIRNYA!!!!!!

iya, ini kata kata yang tepat untuk ngegambarin prasaan saya untuk tim baket FK Undip yang saya cintai. Trakhir, di kejuaraan antar FK yang diadain di Solo, yang diikuti 'hanya' 12 tim (lebih kecil dari kejuaraan sejenis STOVIA di Jakarta (FK UI) yang jumlah pesertanya skitar 18-20.

Iya, saya meng-klaim bahwa saya adalah pmain terlama di tim itu, sejak saya masuk kuliah disana (th 2004) langsung gabung ke tim yang, yaaah bisa dikatakan seadanya. Walau masuk papan atas antar fakultas di undip, tapi jarang berbicara di tingkat nasional. Setelah tahun ke4 saya ikut STOVIA di jakarta, akhirnya kami merebut peringkat ke 3. Saat itu seperti juara bagi kami. Tahun berikutnya sama, kami juara 3 di Stovia Jakarta, dan juara 2 di Solo. Itu tahun trakhir saya bermain, tahun kemarin, saya tetap ikut di tim walau sbagai official saja, *iyalah saya uda lulus*, namun kami rada menurun, pringkat 4 di Stovia dan pringkat 3 di Solo...

Dan saya tahu, anak2 masih berkobar, masi 'pnasaran' mengenai juara 1. Dan kami membuktikannya.

Kami, iya, saya masih merasa 1 tim dengan mereka. Satu2nya organisasi informal di FK Undip yang kekeluargaannya nomor 1. Tim Basket FK UNDIP. Trimakasih untuk temen2 yang ngebuat smua jadi nyata, walau susah didiskripsikan, saya seperti ada disana, ikut ngrasain smuanya, dari konflik2, sampe seneng2. Trimakasih buat twitter, saya jadi tau suasana disana! Thx buat admin @Basket_FKUndip
Bravo BASKET FK!!

*berikut foto2 saya dan tim fk undip sejak 2005 sampe 2012,, =]