Wednesday, July 06, 2011

be Fearless

Keberanian. itu absolut dimiliki oleh seseorang. Saya dan temen-temen pastinya juga dikelilingi sama orang-orang yang memiliki tipikal tingkat keberanian yang berbeda.

Ada satu quote yang masuk banget (saya baca di majalah bycycling):
"Fear Of Pain Is Worse Than Pain Itself "

Dalam hipotesis saya, keberanian yang saya maksud itu berhubugan dengan optimisme, keyakinan diri, atau hal semacam itu. Saya mengalaminya, dan saya jamin situ-situ juga ngalamin banyak hal yang menimbulkan semacam 'KERAGUAN" dalam melakukan sesuatu. Yang akibatnya, mnurut saya fatal: Pembatasan potensi diri, dimana seharusnya: Mencari batas dari potensi diri.

Dari mulai hal besar seperti ber-mimpi, memiliki cita-cita (yang kedua ini gratis), sampai hal kecil seperti menyatakan prasaan terhadap seseorang (bisa cinta atau ke-gak sukaan), sampai mendaki gunung, bersepeda jauh, backpacking, menggambar, dan lain lain, dan lain lain.

Saya dan semua manusia dicipta, diberi kebebasan yang memungkinkan manusia berekspresi dan berapresiasi, tentunya degan berbagai batas-batas (agama, sosial, dll) sesuai kepahaman dirinya masing-masing.

hmm, mungkin tulisan ini sangat 'kosong' hehe
tapi alangkah baiknya kita tidak selalu berteman dengan ketakutan.
Karna Allah bersama prasangka/keyakinan hambaNya (AlHadist).

Monday, June 06, 2011

my all nu turocmactu (name: MERInDa-Dee)


Dan akhirnya saya naik level. dari wheelset, frame, handlebar, seatpost dan sadle saya ganti baru. Juga revolusi dari pedal biasa ke pedal dengan cleat beserta sepatunya. yap, secara teori saya sudah menjadi roadbiker penuh. =]





Tour De Borobudur






Saya sudah latihan untuk endurance dan tanjakan2 sekitar sebulan sebelum tanggal 22 Mei 2011, yaitu hari dimana diadakannya acara sepeda tahunan Tour de Borobudur. bisa liat britanya disini .
Start dari stadion Jatidiri, Semarang (deket rumah saya) dan finish di hotel Manohara, kompleks candi Borobudur. jarak 91km(catetan speedometer) dengan tanjakan yang banyak, terberat sih gombel dan tanjakan jambu,(sebelum kopi eva). Bedasarkan catetan speedo meter saya, saya mengayuh selama 4jam 11 menit(waktu koto sekitar 5setengah jam krn plus istirahat4kali) dengan kecepatan rata rata 21km/jam, maksimal speed 72 km/jm.

Sangat sempurna kenikmatannya, walo hampir kram kaki saya, walau terbakar kulit saya *item gini aja saya jadi belang loh*, walau paru dan jantung saya tersiksa. hehehe

eksplorasi batas kemampuan fisik adalah yang saya dapatkan. Sangat indah, iringan pemandangan gunung ungaran dan merbabu mengiringi.
Trimakasi untuk mas Randi, yang jadi satusatunya teman di tim saya , maaf saya tinggal terus hehe.. Dan semua pihak yg ngadain Tour itu. trimakasiih =D

BROMO YANG MEMESONA

Liburan panjang yang bertepatan dengan hari Waisak kemarin, saya dan teman teman melakukan perjalanan *roadtripdari Semarang - Surabaya (2hari) - Malang (4hari) - Semarang.

Ceritanya, si Erik temen saya bersama pacarnya, ibu pacarnya, dan kakak pacarnya, yang saya sendiri sudah seperti keluarga di dalam mereka juga, ada undangan nikahan di Surabaya, setelah itu kami memang sudah merencanakan jauh hari untuk 'menghabisi' wisata Malang. Juga bergabung temen saya satu lagi saat ke Malang. jadi kita satu mobil ber6 mengalami banyak keseruan yang sangat selama jalan-jalan itu. Kami mengunjungi jembatan Suramadu, lalu bbrapa kali wisata kulineran di Malang (kebetulan erik punya banyak sodara disana), Ke puncak Gunung Bromo, ke Secret Zoo&Museum Satwa (JatimPark2) di Batu, BNS/ Batu Night Spectacular dengan Lampion Garden-nya, Pulau Sempuh (tapi gagal nyampe, hehe), lalu tercebur dalam serunya Rafting di Songa, Probolinggo, dan masi ada beberpa spot random yg kami jelajahi.

Nah, yang paling 'mengena' itu ya di Bromo.
Kami berangkat dari kota Malang pada jam 1 malam, (kaki gunung bromo berjarak sekitar 2 jm dari Malang), lalu kami sampai di satu sisi jalan menuju puncak Bromo. pada jarak sekitar 30mnit perjalanan (yg bisa dilalui mobil) ke puncak, kami menyewa Hartop (memang jalurnya cuma bisa dilewatin sama mobil sejenis itu), ga terlalu mahal juga nyewanya,(satu orang 60-70ribu untuk sampai selesai). kami berhenti di jalan setapak yang tak bisa dilewati mobil lagi, lalu ada tangga dari bebatuan menuju puncak. Disitu ditawarkan jasa naik kuda. (tapi percaya deh, jalan kaki aja, lawong kudanya juga paling cuma jarak jalan kaki 30menit). Dan sampailah di puncak 1, yang langsung menghadap ke savana yang terdapat pemandangan yang sungguh memesona, padang pasir luas dan gunung2 aktif dengan asapnya, pagi itu sepanjang perjalanannya , Subhanallah sekali, kami diiringi purnama yang begitu terang (sampe awan aja kliatan putih & bayangan kita di tanah gara2 sinar bulan loh!), mentari pun datang, saya menikmatinya sekali dengan menyeruput kopi panas yang disediakan para penjual yang ada di puncak (keren ya pedagang nya sampe puncak aja gitu..).

Stage 2, kami turun ke savana yang terlihat dari atas tadi, sungguh memesona kuadrat, hamparan pasir luas dikelilingi pegunungan , dan terdapat pula pura di situ (sangar ya!). lalu setelah itu kami dihantar lagi oleh hartop ke padang 'pasir berbisik, lalu bukit teletabis (di sebelah Ranu Pane).. bla bla bla, pokonya saya speechless bgt kalo disuru ceritain betapa kerennya tempat ini. monggo dinikmati foto2 brikut ini aj ayaa =]









Thursday, May 26, 2011

bali 24Feb-14 Mar 2011 ( GILI TRAWANGAN, LOMBOK!!!) - END -



















Lagi lagi tangan Tuhan langsung menolong, yusi, salah satu teman saya yang saya guide-in di Bali kemaren itu, memiliki saudara yang tinggal dan memiliki villa di Gili Trawangan. Dengan muka tebal, saya memberanikan diri langsung menghubunginya dengan ekspektasi mendapat arahan mengenai gili Trawangan, karna tak satupun teman yang saya kenal pernah ksini. Alhamdulillah yang saya dapat sangat amat lebih. Saya diperbolehkan secara FREE menginap di villa utama mbak Rina (utusan Tuhan =] ) yang kebetulan sedang ke Jakarta saat itu. Lebih-lebih, yang pertamanya saya kira pnginapan 'biasa', ternyata oh ternyata villa Kelapa (nama villa nya) sangat besar dan satu-satunya yang berada di tengah-tengah pulau ini. (villa2 dan cottege2 lain brada di pinggir pantai). Sungguh gila!

Atas dasar sebab itu, spontan saya memutuskan untuk lumayan extend di sana. gajadi ke Lombok, jadinya saya 4 hari persis disana. foya foya, karena budget tempat nginep saya alihkan ke biaya makan.. hehe

Gili Trawangan terletak di sebelah barat laut pulau Lombok, terdapat 2 pulau kecil lain yang berjejeran, gili air dan gili .. (lupa). Luas pulaunya, uhm, kira2 dengan jalan kaki kecepatan normal, setengah hari saja kita bisa habis mengitarinya. Disana memang tidak boleh ada kendaraan bermotor, hanya ada andong dan sepeda. di sepanjang 1-2km sekitar pelabuhan utama (foto1) terdapat warung-warung, toko klontong, restoran, hotel2,dan masjid, daaaaan ATM center. =] Orang orang lokal disini rata2 adalah orang lombok dan sumba, yang memang bekerja di bidang pariwisata saja.

Untuk menuju kemari, saya menggunakan kapal boat besar dari Padang Bay, Bali. Biaya yang saya keluarkan sekitar 450rb untuk tiket pulang perginya (bali-Gili Trawangan) yang bisa kita atur waktunya semau kita saat membeli tiket,. (setiap hari ada) Waktu yang ditempuh 2-3jam perjalanan tergantung kondisi cuaca laut. Saat saya menumpakinya, dari 30an turis, saya endoesa sendiri loh.. hehe

Di sepanjang pantai itu merupakan spot snorkling yang bagus (nyewa alatnya lengkap cuma 35rb sehari!!) , sama bagusnya dengan Amed, Bali, dan yang saya suka adalah walaupun ramai pengunjung, turis2 yng kemari ini rata2 memang 'pencari' kesunyian, bukan 'party animal' kaya di sekitar kuta, jadinya, ketenangan adalah bonus yang otomatis kita dapat.

Saya mengikuti salah satu paket tour snorkling-nya, mengitari 3 gili (foto5, kondisi di boat keliling 3 gili) , murah sekali untuk ukuran seharian (6-7jam) cuma 75 rb. Tersedia juga paket naik boat ke Lombok dan ke plau Komodo (jauh bro! 4 hari di kapal..) yang untuk turis lokal itungannya murah.

Tak terasa, 4 hari hidup ala cah pantai, sehari2 dihabisin buat snorkling, kliling2 pulau make sepeda, dan makan2 ngasal, bikin dompet kempes dan sampai juga boat penjemputan saya datang. Sangat merasa beruntung mendapat pnginapan gratis dan istimewa disana.

Saya kembali ke Bali, menginap di Legian 2 hari, mengurus tiket kepulangan saya, beli beberapa barang untuk kerabat, dan lumayan 'Puas' untuk segera pulang ke rumah.

Setelah sampai rumah, saya melihat cermin, saya tambah hitam! hehe, dan berat badan saya turun 5kg! wow gak tuh! hehehe

Begitulah akhir cerita perjalanan saya. Semoga menjadi takaran bagi temen temen, monggo ngubungin saya kalo mau nanya2 heheh *sok penting

Usaha Sampingan (lagi)




Selamat siang. Masih semangat kan ya? hehehe..
Bulan kemaren saya dapet request bikin gambar, yang nantinya gambar tersebut bakal ditaruh di undangan resepsi pernikahan mereka. Kebetulan mas Roy, sbagai pemesan, ini adalah teman akrab saya jaman aktif basket dulu.. itung-itung ngebantu, eeeeh Alhamdulillah dibayar 'lumayan'.. hehehe..
Senangnya bekerja sesuai hobi dan mendapat bayaran yang oke juga..
monggo kalo ada yang mau juga.. hehe