Tuesday, April 21, 2015

i love when :



- Thinking bout the road i plan to run
- planning how far i run tomorrow, the weekend or whenever
- prepare what i'll wear
- the sunrise, the clear sky, the morning wind
- cloudy sky, drizzle, muddy road
- the sunset, orange sky, the evening wind, azan
- waiting for GPS signal on my sportwatch
- gazing the pace, the distance on my sportwatch while running
- reach half km of my running target
- inhale&exhale
- thinking about nothing while running 
- imagine music from my step
- decided to eat more distance mid running
- people ask something while im running, and i answer with no stoppin my step, they dont know stop in midrunning is a big big deal
- crazy deathly pace, sooo severe
- relax pace, lovely looser
- the road with no traffic
- the road with less traffic
- yelled to crazy indonesian motorcycle riders, they have no eyes
- counting my distance in this month
- counting my nikerunning aps' friend's running distance
- give 'like' to my friend's running post on socialmedia
- people starring at me when i run, head to toe, whatever they thinking about
- when i look every warung prepare to open their shop
- seeing people run, what they wore, what their type
- run together, wolf pack
- run alone, lone wolf
- my running friend bought new kit
- analyze my running style
- smile to another runner while im running
- 1 last km
- the finish line in my vision field
- finished, stopping my sportwatch
- post my run on insta/twittr/path
- feet, thigh, and another part of body sore
- feel sorry when i'm not run
- feel blessed when i can run on midweek
- washing my running kit
- everypict on running magz
- my friend start to run
- my friend's friend start to run
- my friend start to (thinking start) run
- look around sport shop at mall
- follow nike's running product, hhmmm, okey, adidas, NB, brooks, saucony,  skecthrs, puma, etc etc etc too
- dreaming to join every hi-end marathon around the world

-etc.

Sunday, April 19, 2015

Dua tahun kita

Seperti perjalanan yang lenggang padahal padat rambu. Kita jauh dari puncak, namun memikirkan (puncak) saja cukup, karna kita selalu bersama, sayang. 

Siklus bulan yg terus berganti dengan jumlah bintang yang sama. Tak terasa, karna selalu tak sabar dengan sesi berpelukan dipintu rumah saat aku datang.

Aku tak peduli roti lapis apa yang kamu buat tiap habis subuh untukku. Aku cuma tak sabar pada sesi melumat bibirmu di depan pintu rumah sebelum aku brgkt bekerja, melihatmu membalik badan masuk rumah lagi, menunggu aku pulang.

24 bulan yang manis, sayangku. Kita semakin satu, dan insyAllah tambah satu di dalammu. Aku (selalu) untukmu, sayang. 

Membangun pondasi besi dengan khayalan kita, seperti menyeruput kopi sore sambil melihat senja dan  merasakan angin laut di barat Gili.

Selamat 2 tahun kita, sayang.

Untuk Elissa Chairani dan Lil'K'
di dalammu. =]




Monday, February 23, 2015

Nepal 2015

I've attend to 6th Educational Course of ACNS (Asian Conference of Neurology Surgery) at Chitwan, Bharatphur, Nepal last week for 4 days on the ground, and almost 2days for the (long) trip. 

NEPAL broooooooo! its coool, isn't it?! 

Before i went there, I just know that nepal is A small, (under) developing country that usually be transitted by the travellers who want to go to himalaya. hmmm, its true.. very random country i think. respectively.
Nepalenese's face s like us, half indian, half Mongolian/Tibetian face. I guarantee that local people thinks that we are one of them if we get there.(and i dont know why they always bet us Malaysians, like never know what is Indonesia... hmm). they speak Nepalenese language (like indonesian and Melayu, its hard to distinguish with indians). And they almost 'shake' their head when talks, very cute characteristic, hehe. Most of they ground are on the mountains, average temperature in day was around 20 degree celcius. 

I'm salute to Nepal's ACNS comitte ( by Prof.Iphe Cherian's team) that the conference could be held there. if i were them, everythings there would make me pessimist. I can't be disagree when my mate, who attend there with me, said that Nepal, especially Baratphur, is like indonesia at 80's. yap, the city, traffic, market, the way local people wore the clothes, buildings and manymore.


Alhamdulillah, Im statisfied with the journey. even, is more adventures journey than educational journey hihihi.. there are some pictures. =]












Monday, February 02, 2015

k(0)pi

sebuah bagian dari tanaman, buat pohon kopi, biji kopi ini merupakan hasil fertilisasinya.
Iya adalah buah, warna gelap. dan entahlah saya belum terlalu akrab dengan pohon kopi.

Dimulai dari jaman peradaban manusia post reisnance (saya yakin tulisannya salah), jaman Spanyol dan Portugis perang dingin akan siapa yang lebih maju dalam kejayaan&agama di bumi yang datar, seiring itu para pelaut kedua bangsa itu dengan beban politiknya berlayar mencari rempah (dan kayanya kopi juga).

Lanjut oleh jaman revolusi industri di Eropa, ketidakterimaan para cendikia di pihak buruh akan kemajuan industri yang berkomplikasi meruntuhkan hak asasi. Perang dunia 1 dan 2 yang jaman pemusnah separo umat manusia.

Manusia berpikir, berdialog, berpolitik, semuanya dalam suasana sosial. Entah saya ngelantur saat ini atau ngga, hal-hal tadi ada hubungannya dengan secangkir kopi.

Obrolan sore atau pagi dengan secangkir kopi panas dapat memecah kekakuan, melahirkan ide, kesepakatan, rencana, jawaban, dan apapun itu.

Saya pecinta kopi. Hukumnya jadi wajib untuk secangkir kopi hitam pahit setiap pagi. Secangkir sudah lumayan buat maintanance unsur kopi dalam plasma saya, otak saya. Saya bisa nikmatin lamunan saya sambil minum, bisa ada efek mood booster dan ngilangin gejala prodormal juga. Mungkin semuanya sugesti alias psikis karna otak saya sudah ngasi label 'addicted to coffee' pada sistem ARAS saya (baca-sistem otak buat ngatur ksadaran).

Derajat keasaman, body (rasa 'penuh' di dalam ruang mulut), dan fruity, adalah beberapa hal yang membedakan jenis seduhan kopi. so far, saya lebih suka yang lebih asem dengan body dan ke-fruity-an yang oke, tapi kalo ngga ya gapapa, yang penting kopi item pahit tanpa sebutirpun gula. lebih suka arabica daripada robusta sih seringnya.

Banyak jenis biji kopi, Indonesia punya beberapa dari gayo sampe papua, beda beda semua, khasnya sendiri sendiri. oya satu lagi, cara nyediainnya juga bikin beda loh..


Okee okee, cukup aja, selamat berkopi ria. Bebas kok mau pake gula setoples atau tambah krimer segalon, mau minum white coffee (kopi kawe terendah hehe), sesuai selera aja..





*pas ngopi sambil nyanset di gili trawangan pas hanimun*

Sunday, January 04, 2015

2k14

- makin rindu balik ke Semarang
- indahnya punya istri, rumah tangga, dan paketannya
- punya ponakan baru, ponakan ponakan lain tambah gede tambah lucu lucu
- berhasil upgrade sepeda balap, lumayan puas.
- jarak lari staun ini 680k, lumayan melebihi target (600), taun besok tetep aja 600, cuma pengen ikut HM insyAllah taun ini.
- kekurangan basket. Pengen rutin enak tapi apadaya
- makin jelas gambaran kedepan mau nekunin apa, masi ada banyak waktu buat mastiin sih
- pasien itu guru ter...,  selain dosen pngajar, kaka perguruan, perawat, adek perguruan, semuamuanya sih.
- makin akrab sama kopi item pahit panas, addicted.


Udah ah =]
Alhamdulillah 2014 dipenuhi banyak mukzizat dan hikmah. Mari lanjuuut =D


Sunday, October 05, 2014

when the air hits your brain

"When the air hits your brain" buku semi-biografi perjalanan menjadi seorang ahli bedahsaraf, oleh Frank Vertosick,MD. Buku yang sekarang lagi saya baca lagi, setelah pertama baca pas saya koas dulu.. Lumayan, nyeritain hiruk pikuk kebetulan kebetulan kejadian kejadian rutin selama masa kuliah sampai residensi, rekomended buat para pemimpi. 

Saat iseng nulis ini, saya lagi stage di Bali, fase neuro-trauma bulan trakhir di pendidikan saya, yang insyAllah uda separo jalan. 

Naik turun datar naik naik turun naik turun turun. Kondisinya sih kaya begitu. Mental terutama. Kalo fisik alhamdulillah bisa kuat meski jam tidur sering aneh. 

Seperti terkutip di buku sevenhabbit for......, bacaan masa SMA dulu, bahwa kita ngebentuk kebiasaan dan kebiasaan jadi ngebentuk kita. So far, itu bener. Dan berakhir sebagai kepuasan kalo uda optimal. 

Dokter bedah, menurut saya punya nilai khusus. Semakin ksini ngebedah bukan utama, sama sekali, walau keterampilan itu jadi senjata andalan sih. Nyiapin, bikin strategi, mutusin maju perang atau ngga, ngerti tujuan perang, maju ke medan perang, on fire, exited, komplikasi akibat perang dan cara ngatasin itu (komplikasi). 

Dan yang paling penting, ngobrol sama pasien, mirip mirip 'oracle' yang kaya uda tau kedepannya pasien bakal gimana, bedanya kita berdasar evidentbasedmedicine, dimana tipe pasien, dan terutama keluarganya, orang orang deketnya, bahkan bos di kantornya, sampai temannya temannya pasien yang punya 1001 tipe dalam menerima komunikasi kita. 

Operasi itu, analoginya kaya freethrow di basket. Pemain NBA aja ga ada yang 100%. Dan freethrow itu, walau cuma dihitung 1 poin, ngaruh ke suasana dan hasil tanding, walau skor uda 2-3 digit. Tapi itu bukan yang utama. 
Yang paling ngaruh itu gimana fokus pmain&tim dalam seluruh 4 kuarter.

Haha kocak juga nih bisa nulis gini, mungkin 5 tahun lagi filosofinya bakal beda, maklum, yang ini ditulis sama residen yang sok asik kaya saya di tahun ketiga, yang masih minim parah ilmu&experience nya.. 


Oke, selamat beraktifitas =]