Showing posts with label Medical things.. Show all posts
Showing posts with label Medical things.. Show all posts

Monday, April 02, 2012

Bangga?


Ngomongin ke-profesian kami (baca: dokter), sebagian dari kami(bukan sebagian besar loh), pada bangga banget jadi dokter hingga rada nganggep profesi lain di bawah nya. Terlalu kasar sih memang kalo saya menjeneralisasi itu, tapi ada beberapa hal yang bikin risih saya. Ada bebebrapa hal, terutama sering nyantumin 'dr' di nama-nama account socmed mereka. @drMADUN ato @dr_Parmin atau dr-dr lain. Mending uda jadi dokter, eh kebanyakan yang nyantumin itu para mahasiswa s1 yg masi jauh perjalanannya.

Kami memang belajar lebih lama dari profesi lain dalam hal mencapai gelar itu. Bukan berarti kami lebih tinggi derajatnya dari profesi lain, banker, pengusaha, seniman, bla bla bla. Menurut saya kami itu sama aja. Sejak awal mahasiswa, tugas-tugas menumpuk, praktikum sering, teksbook tebal, (katanya) apalan harus kuat. Mnurut saya: nggaa!! Anak-anak tehnik lebih gila praktikum n tugasnya, tabel-tabel statistik dan angka lebih jelimet bisa aja gitu di kerjain anank-anak ekonomi, teksbook-teksbook anak tehnik informatika parah tebelnya.

Secara sejarah, memang terbukti dokter lebih nonjol disamping profesi lain, tapi itu ga pantes jadi modal buat ngebanggain berlebihan, kan? Exactly, we know better about human body's system, but life ain't about it only, right?

Mungkin ya, kalo dari hipotesa saya, proses yang di dapet dari perjalanan profesi kami, ngebikin sebagian dari kami tekurung dalam pandangan dan pikiran yang sempit, ketemu itu-itu aja, terperangkap dalam batasan-batasan prototipe dokter ideal (dari cara berpakaian, sampe pandangan 'derajat' di masyarakat). Dan emang sih, ayah ibu kita sebagian besar masi terperangkap dalam pandangan bahwa 'dokter' itu calon menantu yang bisa dibangga-banggakan.

Moga-moga saya diijinkan untuk tidak menyantumkan titel dr saya di undangan nikah saya nanti, malu-maluin, mnurut saya. Knapa? susah dijelasin, malu aja.. hehe
hehe, maaf loh kalo ada yang ga stuju, selintas aja ni di otak saya.

tapi, buat yang disana:
Hey, kita ini kecil, teman. =]

Tuesday, October 12, 2010

Netter is the Man! =]


So far, many people have inspired me. Muhammad SAW, my father, my (elementary till college) teachers, people around me, even Spongebob and unimportant movie actor,,
But, Netter, from the first time I know him (from Anatomy Atlas and another Netter's medical books), I felt like his carier had enlightened my dream into the real.

noted!:
"someday, I'll be A medical illustrator like him!"


*if you want to know who is Netter, check this out:
or

Wednesday, October 06, 2010

om Toni yang nge-blank

Halo sodara! salam separatos!

"menurut mas Toni, cinta itu apa?"
"cinta itu adalah sebuah karya anak bangsa, yang melindungi warisan atau true love, atau piss love, atau i love u , yang membuat hati seorang manusia tentram atau damai atau piss atau karcis..... (dan seterusnya)"

Barusan adalah contoh pendapat dari mas toni, seorang yang memiliki gangguan jiwa, yang kebetulan menjadi terkenal di per-internetan karena begitu kocaknya, (kalo ga percaya monggo nongton di you tube, banyak bgt episode-episode 'gila' mas toni di Toni Blank Show)
saya bukan mau ngebahas mas blank ini sebenarnya, tapi saya rekomendasikan teman2 kalo iseng, daripada ngga ngga mending klik mas toni ini ..=]

Orang gila, atau lebih halusnya, orang yang menderita gangguan jiwa. Sebelumnya, secara umum (bodo-bodoannya) dibagi 2 aja, pertama yang emang 'gila' atau yang uda putus kabel di otaknya (psikosis) dan satu lagi orang yang terdepresi karena stress (neurosis). Sebenernya masi banyak lagi pembagiannya, tapi daripada jadi gila baca ini, 2 aja yo. Bedanya, yang pertama/psokosis itu biasanya ga nyadar dia itu 'gila', yang satu lagi nyadar kalo dia stres, dan masi banyak lagi bedanya. semoga ngerti ye. hehe. Kali ini kita ngomongin yang psikosis aja ya!oke

Berdasar pengalaman sebulan lalu, slama 5 minggu saya di RSJ (bukan sbagai pasien, tapi sbagai koas! ) saya jadi sdikit paham, bagaimana seluk beluk disana, dan apakah sebenarnya 'orang gila' itu.

Kasihan, itu adalah label di pandangan kita sebagai orang normal pada mereka. disaat menghadapi mreka setiap hari, melihat langsung kemajuan pengobatan mereka, melihat mereka berkelakuan 'gila' (yang sebagian besar sangat 'lucu', iya lucu yang natural , lah wong emang mreka gila si ya haha =D), mengobrol dengan mereka. Bagi saya sangat berkesan.

Contohnya saja, pasien yang saya jadikan kasus (saya buat rangkaian datanya buat maju ujian), nmanya mas.S. laki laki 23 tahun, sudah ke 3 kali dirawat di RSJ dan kali ini suda 2 minggu disini (RSJ). dia terdiagnosis Schizopren Paranoid berkelanjutan, prognosis buruk (maksudnya kmungkinan sembuh sangaaaat kecil, karna banyak hal,susah dijelasin).
Profilnya, dia seperti normal, sangat kooperatif diajak berbicara dan bercerita, sangat memahami agama (dulu anak psantren,dan smua tingkahnya slalu mendasari Rasul,dll dll, tapi dgn cara yang tidak berlebihan spt fpi *ups*), sangat bersih (ini rada kompulsif sih, mandi tiap 2-3jam). kelainan dia, cuma karna selalu mendengar bisikan entah dari mana (halusi), dan memiliki waham/delusi bahwa dirinya kadang diberi kekuatan. dan dia bercerita juga, kalau alasan dirinya dibawa ksini (lagi) karena dia kerasukan kekuatan itu, yang dia sendiri bnr2 ga tau. hmmm... trakhir, yang membuat sedikit trnyuh, adalah, keinginan dia pulang, rindu akan kedua orang tuanya di desa, dia ga tega ortunya yang suda mulai tua masi kerja di ladang, dan hebatnya, mas S ini masi punya cita-cita bersekolah untuk jadi ahli tani. buat kmajuan desanya. tapi , akunya, yang dia bisa lakukan sekarang adalah berdoa supaya dia bisa pulang, kekuatan 'aneh' yang dia anggap ada itu lenyap, dan berbakti pada ortunya. jujur, abis itu, saya juga doain dia, supaya sembuh. simpati saya sangat besar untuk mas S ini.

Sudut pandang lain. Salut saya, kepada keluarga 'mereka'. yang menanggung beban mental dan sosial begitu besar atas anggota keluarga mereka yang sakit. mnurut saya itu lebih berat daripada sakit fisik, (maaf) mungkin sedikit sama dengan posisi penderita HIV di masyarakat kita. kadang mereka dipojokkan secara sosial secara berlebihan. Semoga mereka trutama kluarga pasien gangguan jiwa, diberi ketabahan lebih. Amiin

salam SEPARATOS =D

Thursday, July 15, 2010

(1) in Daily


















It was 8 weeks (From the beginning of May until The end of June) I went through those study program. I joined almost all of the activity (which I could join and My profesor ask me to joined) at Neurosurgery(NS) Departement, Faculty of Medicine, Kagoshima University, Japan.

There were so many members compare with NS dept. in my hospital here (Kariadi). 1 professor, 7 staff of NS, and lot of NS residents (around 11-12 peoples) . Coincidentally, These departement was A kind of International outlook departement, some of international students became NS resident, one from Nepal, and one from Indonesia and from Colombia. I was the first student for this studentexchance program there. English is not the one of requirment for this program. (since language and writing were the paramount problem to study in Japan). so I didn't need to study Japanese languange in serious way.. hehe

Prof. Kazunori Arita was my professor. He was is one of famous Neurosurgeon in Japan (especially in Adenoma case). For me, he like my father and my great teacher at once.
He asked me to make a study about intraoperative MRI(iMRI) during my program. So everyday, beside attended to NS departement activity, I studied about that (iMRI and some patients case using iMRI).

Generally, In my opinion, we were left behind too far, the educational systems, the health insurrance systems, bla bla bla, and especially the Technology..
In braveness, I can use analogy that currently, for cooking, we still used fire-wood stove, but they had used digital&electric stove..
ironic, right? but I don't have competency to talk about our (trouble) country, yet..

I think, this program really work for me, i got very lot of experiences and it open my mind in all side. And I hope I can comeback to study here. Amiin.

Overall I love Japan (for study, and for life, there)
=]

*I am sorry for bad english, I know my grammar is miserable. hehe
*oya, u can see in some photo image , they taken in University Hospital, Kagoshima.

1.iMRI
2&3. Studying with other med.students
4. microsurgery tryning
5. The proffesor's teaching about imaging
6.farewell party with NS staff, secretaries, and students.
7. w/ Prof.Arita & Oyosi sensei (my mentor)

Wednesday, June 02, 2010

me-kenas-kan


Kejadiannya pada bulan Oktober, memang bagi saya stase di bagian obsetri&ginekologi ini lebih dari sekadar seru. Banyak hal yang menjadikan saya mengerti ‘lebih’ akan suatu hal. Buktinya salah satu rangkaiannya secara detail masih saya ingat sampai sekarang, mungkin sampai nanti nanti. ‘membekas’.

Singkatnya saya pada saat itu bertanggung jawab kepada seorang pasien wanita, 34tahun, primigravida(hamil pertama) minggu ke 36, datang dan dirawat di rumah sakit Tugu karena menderita preeklamsia ringan(tekanan darah tinggi pada trisemester/3 bulan akhir kehamilan). Penyakit ini memang memiliki angka kejadian yang tinggi pada wanita Indonesia. Tapi yag unik, ibu ini memiliki sifat yang secara mental lemah, hmmmm, mungkin ke arah manja tapi ga enakan. Unik lah pokoknya.

Dia datang pada sore hari. Denyut jantung bayi menandakan bayi dalam kandungannya ‘sehat’, dan tekanan darah berhasil diturunkan. Dia dirawat inap (rencananya sampai 2hari) untuk memastikan tekanan darahnya terkendali, juga untuk memastikan si bayi masih ‘kuat’ (karena dgn tekanan darah tinggi bisa me-mati-kan si bayi). Yang ditakutkan pun terjadi. (biasanya jarang) Pada subuh, sekitar jam5an, waktu mengecek pasien inap satu-persatu, saya dengan alat pendeteksi DJJ (denyut jantung janin) menemukan bahwa, tidak ada tanda-tanda bayi di dalam kandungan si ibu ini masih hidup. Secara pelan saya tanya ke si ibu, “maaf bu, semalem krasa mules ga bu?atau ibu ngrasa kluar flek dari jalan lahirnya?” si ibu menjawab ”iya mas,saya sebenarnya semalem mules banget pas tengah malem, tapi ga enak sama suami saya kalo mo bangunin, dia kliatan cape..”saya: “………?!(hela nafas dalem sekali).... ya uda bu, tapi nanti kalo ngrasa apapun langsung panggil minta bantu ya bu…” Lalu saya melangkah keluar untuk melaporkan ke dokter jaga supaya ikut memastikan kematian si jabang bayi (yang hampir matang) itu.. Iya, agak satir hati saya. Sedih.

Setelah di USG, dipastikan meninggal, kami memberitahu keluarga, terutama ke suami si ibu ini terlebih dahulu keadaaan sebenarnya (mengingat mental si ibu ini pasti akan sangat drop bila tau langsung). Dan (terpaksa) kami mengikuti saran suami, dan keluarga si ibu ini sendiri untuk tetap tidak memberitahu kematian si bayi ini. Karena semua mengakui, ibu ini memang lemah sifatnya. Dan ironisnya jalan satu satunya untuk ibu ini adalah mengakhiri kehamilan scepatnya (karena bila tidak, si ibu bisa pendarahan berat dan ikut meninggal juga) dengan cara diberi obat supaya cepat dilahirkan lewat jalan normal.

Ironisnya. Seperti pada ibu-ibu dengan proses bersalin pertama kali, pasti merasakan nyeri yang lebih-lebih. Ditambah pada ibu ini, stimulasi tidak terlalu berhasil, partus macet pun terjadi (kalo ga salah , kala satu lebih dari 12 jam) *sakit banget tu pasti. Dan yang lebih bikin saya miris. Ibu ini sama sekali belum tahu akan bayi di dalam kandungannya sudah meninggal.

Oke, lalu kala II atau fase bersalin atau fase jebol beneran sudah tiba. Saya menemani ibu ini, disampingnya, karena suamipun tak tega.

Hati saya miris teriris iris, harus menopeng akan tahunya saya akan sudah meninggalnya si bayi. Selama lebih dari 4 jam saya menemani si ibu (tengah malam sampai subuh), menjadi pegangannya (remasannya), dan menjadi teman ngobrolnya, tentang segala hal,sampai proses menjahit robekan jalan lahirnya selesai (Bayi lahir, ibunya hanya diberi lihat sejenak (kami sengaja supaya ibu teteap tak tahu,huff...), pucat, Berat skitar 4kg, tanpa ruh dan langsung di bawa ke ruang lain untuk diurus para bidan dan keluarga si ibu).

Kami mengobrol tentang bagaimana dia bertemu dan brpacaran dengan si suami, tempat kerja, kampung halaman, dan lain-lain. Dan selalu saja dia menjuruskan omongannya ke buah hatinya, laki ato perempuan? Kok ga nangis? Enaknya diberi nama apa? Pengennya disuru jadi dokter kaya mas, pengen disekolahin favorit,,dll,dll.. Dan lagi, bagian terberatnya selama 4 jam itu adalah: saya selalu tega membohongi dan selalu mengalihkan pembicaraan supaya si ibu tetep tak mengetahui. Si bayi sudah tiada , dari awal.

Setelah selesai, pas baget subuh, saya sangat lelah, secara mental tentunya. Pada pagi hari saya gantian jaga dengan teman saya.

Saya tak sarapan pagi itu, dan sepertinya juga tak makan siang.

Lebih tepatnya tak nafsu.

Smoga si ibu skarang tetap dalam bahagia.

=[ =]

Sunday, May 30, 2010

Pembuluh darah jahat menikam saraf



Slamat pagi. Sesungguhnya banyak sekali kasus-kasus menarik yang terjadi, hubunganya dengan pasien yang hadir dengan paketan penyakitnya selama saya ngikut ngelihat prose

s penanganan mereka. Nah,daripada terpendam dan nantinya akan hilang termakan jamur waktu, lebih baik saya share disini. Begituka mas?mba?

Dari yang ter update, saya kebetulan menonton 2 buah operasi yang berkonsep sama, yaitu decompresi arteri karena arteri tersebut kebetulan menekan saraf dan memanifestasikan suatu keluhan khas pada si pasien. Dan satu dari 2 pasien tadi, cukup sangat membuatt saya kagum.

Singkatnya, Nyonya X (samaran), umur 60thn, mengeluh merot pada wajah ke kanan. Dan setelah melalui proses pemeriksaan yang canggih,terdiagnosis fasial spasm et causa kausa kompresi arteri vertebralis kiri.Karena dari awal diduga adalah kerusakan saraf fasialis (VII) pada pusat, dilakukan MRI, agioMRI,dan MRI-MRI canggih lainnya.

Naaah,yang membuat saya AMAZed sekali adalah ke-kerenan variasi vaskularisasi leher dan kepala si Ny.X.(Memeang tingkat variasi vaskularisasi di kepala dan leher ini tinggi pada manusia,dan umumnya itu normal tanpa adanya gangguan) : Dia hanya memiliki 1 arteri vertebra!! (harusnya 2 loh!)

Mungkin karena degenerasi fisiologis pada Ny.X menyebabkan peningkatan pembentukan jaringan ikat. Sialnya menyebabkan a.vertebra ini yang kebetulan letaknya melalui dekat tempat keluarnya n.VII dari batang otak (cerebellomedular angel). Dan tertekanlah n.Vii tersebut secara mekanik oleh si a.vertebra raksasa tersebut (c

uma ada 1 a.vertebra, di kiri, dan besarnya 2-3kali relatif dibanding seharusnya). Mungkin sedikit perlu waktu untuk membayangkannya. Saraf-saraf yang keluar dari batang otak setinggi pons sampai medula spinalis yang terkurung dalam ruangan sempit di bawah tentorium,didepan ada tulang (clivus) disamping sampai belakang terdapat cerebellum yang begitu maruk, hal ini memungkinkan saling tekan menekannya benda benda di ruang tersebut). Hal ini(cuma 1 a.vertb.) pernah saya baca pada novel ‘When the air hits your brain’ karangan siapa saya lupa,tentang kumpulan cerita bedah saraf gitu deh.. Saya kira itu cuma ada dalam dongeng, dan akhirnya saya menemukannya sendiri.

Operasi berlangsung di RS.Imamura. Kagoshima. Dalam microsurger

y ini, prinsipnya operator akan membebaskan si saraf yang tertekan oleh arteri yang menjadi penjahatnya,lalu arteri td (supaya tak menekan lagi) di lekatkan atau difiksasi dengan sebuah zat seperti semen atau lem bernama tevelon pada duramater. Sebuah konsep yang begitu simple. Yah, memang bedah itu simpel namun sangat berseni.

Seninya terdapat pada ‘posisi’ operasi si pasien. Karena akan dilakukan craniektomy (pembolongan tengkorak diatas prosesus mastoid dengan menghindari sinus sigmoid di anterior dan sinus transversus di posteriornya) dengan diameter lubang kurag lebih 2x3cm). Pasien dimiringkan dekubitus ke kanan, abduksi maksimal skapula, fleksi maksimal leher ke kanan dan ke depan. Sehingga si operator dengan mikroskopnya dapat mema

ndang lapangan operasi secara maksimal untuk melihat sisi kiri batang otak dari caudal ke cranial dengan menyisihkan hemisfer cerebellum sedikit ke medial. (Hehe,kalo ga pahamkapan-kapan kita ngobrol ya bro!).

Dan, operasi dilakukan oleh si master prof.Arita (dedengkotnya neurosurgeon disini) cukup sebentar kurang lebih 4 jam operasi berlangsung. Saya melihat begitu jelasnya pangkal dari saraf-saraf kranial V,VII,VIII,IX dan X dari monitor mikroskop surgerynya. Sangat-sangat wow untuk saya.

Hmm,jadi ahli neurovaskular keren kali ya? *daydreaming…

(ket.gambar: 1.mungkin gejala pasien seperti yang saya peragakan ini,hehehe: 2.gambaran lapang operasi dari mikroskop:kanan(batang otak/setinggi medullaoblongata),atas(cranial),kiri(aterolateral/clivus dgn duramaternya)bawah(caudal),terdapat benda mengkilat yang melintang dari kanan bawah ke kiri atas, itu adalah n.VIII, dan arteri yang melintanginya adalah a.cerebellaris inferior.. wow kan?!)

Thursday, April 22, 2010

BUKU RINGKASAN ANATOMI SARAF PUSAT


Awalnya, pada tahun ke 2 saya menyambi menjadi asisten anatomi di kampus (ehm, sekarang uda tahun ke 5 saya menyambi,*maaf terkesan sombong ya kayanya?hehe), saya bersama teman saya Dedi dan mas Ade, berhasrat dengan begitu semangatnya membuat catetan yang lebih rapi tentang anatomi otak. Alasannya : 1. Kami beranggapan adik adik kami yang sedang belajar anatomi khususnya saraf pusat (semester 2), mengalami kesulitan dalam memahami hal ini. 2. Kami sama sama tertarik terhadap ciptaan Allah yang merupakan salah satu dari bermiliar 'keajaiban' pada tubuh kita ini, 3.hmmm, duit, mungkin.. hehe; 4. dan sebagainya dan sebagainya...

untuk yang saya pasang disini adalah edisi ke 2 nya, maksudnya telah kami revisi 1 kali..
Moga moga bermanfaat bagi yang butuh tau yeee..
Silahken donlod,, gratis kok (hayoo pada donlod, mumpung otak saya belum komersil hehehe)

silahkan silahkaaan...


Slamat menikmati.... =]