Monday, June 06, 2011

Tour De Borobudur






Saya sudah latihan untuk endurance dan tanjakan2 sekitar sebulan sebelum tanggal 22 Mei 2011, yaitu hari dimana diadakannya acara sepeda tahunan Tour de Borobudur. bisa liat britanya disini .
Start dari stadion Jatidiri, Semarang (deket rumah saya) dan finish di hotel Manohara, kompleks candi Borobudur. jarak 91km(catetan speedometer) dengan tanjakan yang banyak, terberat sih gombel dan tanjakan jambu,(sebelum kopi eva). Bedasarkan catetan speedo meter saya, saya mengayuh selama 4jam 11 menit(waktu koto sekitar 5setengah jam krn plus istirahat4kali) dengan kecepatan rata rata 21km/jam, maksimal speed 72 km/jm.

Sangat sempurna kenikmatannya, walo hampir kram kaki saya, walau terbakar kulit saya *item gini aja saya jadi belang loh*, walau paru dan jantung saya tersiksa. hehehe

eksplorasi batas kemampuan fisik adalah yang saya dapatkan. Sangat indah, iringan pemandangan gunung ungaran dan merbabu mengiringi.
Trimakasi untuk mas Randi, yang jadi satusatunya teman di tim saya , maaf saya tinggal terus hehe.. Dan semua pihak yg ngadain Tour itu. trimakasiih =D

BROMO YANG MEMESONA

Liburan panjang yang bertepatan dengan hari Waisak kemarin, saya dan teman teman melakukan perjalanan *roadtripdari Semarang - Surabaya (2hari) - Malang (4hari) - Semarang.

Ceritanya, si Erik temen saya bersama pacarnya, ibu pacarnya, dan kakak pacarnya, yang saya sendiri sudah seperti keluarga di dalam mereka juga, ada undangan nikahan di Surabaya, setelah itu kami memang sudah merencanakan jauh hari untuk 'menghabisi' wisata Malang. Juga bergabung temen saya satu lagi saat ke Malang. jadi kita satu mobil ber6 mengalami banyak keseruan yang sangat selama jalan-jalan itu. Kami mengunjungi jembatan Suramadu, lalu bbrapa kali wisata kulineran di Malang (kebetulan erik punya banyak sodara disana), Ke puncak Gunung Bromo, ke Secret Zoo&Museum Satwa (JatimPark2) di Batu, BNS/ Batu Night Spectacular dengan Lampion Garden-nya, Pulau Sempuh (tapi gagal nyampe, hehe), lalu tercebur dalam serunya Rafting di Songa, Probolinggo, dan masi ada beberpa spot random yg kami jelajahi.

Nah, yang paling 'mengena' itu ya di Bromo.
Kami berangkat dari kota Malang pada jam 1 malam, (kaki gunung bromo berjarak sekitar 2 jm dari Malang), lalu kami sampai di satu sisi jalan menuju puncak Bromo. pada jarak sekitar 30mnit perjalanan (yg bisa dilalui mobil) ke puncak, kami menyewa Hartop (memang jalurnya cuma bisa dilewatin sama mobil sejenis itu), ga terlalu mahal juga nyewanya,(satu orang 60-70ribu untuk sampai selesai). kami berhenti di jalan setapak yang tak bisa dilewati mobil lagi, lalu ada tangga dari bebatuan menuju puncak. Disitu ditawarkan jasa naik kuda. (tapi percaya deh, jalan kaki aja, lawong kudanya juga paling cuma jarak jalan kaki 30menit). Dan sampailah di puncak 1, yang langsung menghadap ke savana yang terdapat pemandangan yang sungguh memesona, padang pasir luas dan gunung2 aktif dengan asapnya, pagi itu sepanjang perjalanannya , Subhanallah sekali, kami diiringi purnama yang begitu terang (sampe awan aja kliatan putih & bayangan kita di tanah gara2 sinar bulan loh!), mentari pun datang, saya menikmatinya sekali dengan menyeruput kopi panas yang disediakan para penjual yang ada di puncak (keren ya pedagang nya sampe puncak aja gitu..).

Stage 2, kami turun ke savana yang terlihat dari atas tadi, sungguh memesona kuadrat, hamparan pasir luas dikelilingi pegunungan , dan terdapat pula pura di situ (sangar ya!). lalu setelah itu kami dihantar lagi oleh hartop ke padang 'pasir berbisik, lalu bukit teletabis (di sebelah Ranu Pane).. bla bla bla, pokonya saya speechless bgt kalo disuru ceritain betapa kerennya tempat ini. monggo dinikmati foto2 brikut ini aj ayaa =]









Thursday, May 26, 2011

bali 24Feb-14 Mar 2011 ( GILI TRAWANGAN, LOMBOK!!!) - END -



















Lagi lagi tangan Tuhan langsung menolong, yusi, salah satu teman saya yang saya guide-in di Bali kemaren itu, memiliki saudara yang tinggal dan memiliki villa di Gili Trawangan. Dengan muka tebal, saya memberanikan diri langsung menghubunginya dengan ekspektasi mendapat arahan mengenai gili Trawangan, karna tak satupun teman yang saya kenal pernah ksini. Alhamdulillah yang saya dapat sangat amat lebih. Saya diperbolehkan secara FREE menginap di villa utama mbak Rina (utusan Tuhan =] ) yang kebetulan sedang ke Jakarta saat itu. Lebih-lebih, yang pertamanya saya kira pnginapan 'biasa', ternyata oh ternyata villa Kelapa (nama villa nya) sangat besar dan satu-satunya yang berada di tengah-tengah pulau ini. (villa2 dan cottege2 lain brada di pinggir pantai). Sungguh gila!

Atas dasar sebab itu, spontan saya memutuskan untuk lumayan extend di sana. gajadi ke Lombok, jadinya saya 4 hari persis disana. foya foya, karena budget tempat nginep saya alihkan ke biaya makan.. hehe

Gili Trawangan terletak di sebelah barat laut pulau Lombok, terdapat 2 pulau kecil lain yang berjejeran, gili air dan gili .. (lupa). Luas pulaunya, uhm, kira2 dengan jalan kaki kecepatan normal, setengah hari saja kita bisa habis mengitarinya. Disana memang tidak boleh ada kendaraan bermotor, hanya ada andong dan sepeda. di sepanjang 1-2km sekitar pelabuhan utama (foto1) terdapat warung-warung, toko klontong, restoran, hotel2,dan masjid, daaaaan ATM center. =] Orang orang lokal disini rata2 adalah orang lombok dan sumba, yang memang bekerja di bidang pariwisata saja.

Untuk menuju kemari, saya menggunakan kapal boat besar dari Padang Bay, Bali. Biaya yang saya keluarkan sekitar 450rb untuk tiket pulang perginya (bali-Gili Trawangan) yang bisa kita atur waktunya semau kita saat membeli tiket,. (setiap hari ada) Waktu yang ditempuh 2-3jam perjalanan tergantung kondisi cuaca laut. Saat saya menumpakinya, dari 30an turis, saya endoesa sendiri loh.. hehe

Di sepanjang pantai itu merupakan spot snorkling yang bagus (nyewa alatnya lengkap cuma 35rb sehari!!) , sama bagusnya dengan Amed, Bali, dan yang saya suka adalah walaupun ramai pengunjung, turis2 yng kemari ini rata2 memang 'pencari' kesunyian, bukan 'party animal' kaya di sekitar kuta, jadinya, ketenangan adalah bonus yang otomatis kita dapat.

Saya mengikuti salah satu paket tour snorkling-nya, mengitari 3 gili (foto5, kondisi di boat keliling 3 gili) , murah sekali untuk ukuran seharian (6-7jam) cuma 75 rb. Tersedia juga paket naik boat ke Lombok dan ke plau Komodo (jauh bro! 4 hari di kapal..) yang untuk turis lokal itungannya murah.

Tak terasa, 4 hari hidup ala cah pantai, sehari2 dihabisin buat snorkling, kliling2 pulau make sepeda, dan makan2 ngasal, bikin dompet kempes dan sampai juga boat penjemputan saya datang. Sangat merasa beruntung mendapat pnginapan gratis dan istimewa disana.

Saya kembali ke Bali, menginap di Legian 2 hari, mengurus tiket kepulangan saya, beli beberapa barang untuk kerabat, dan lumayan 'Puas' untuk segera pulang ke rumah.

Setelah sampai rumah, saya melihat cermin, saya tambah hitam! hehe, dan berat badan saya turun 5kg! wow gak tuh! hehehe

Begitulah akhir cerita perjalanan saya. Semoga menjadi takaran bagi temen temen, monggo ngubungin saya kalo mau nanya2 heheh *sok penting

Usaha Sampingan (lagi)




Selamat siang. Masih semangat kan ya? hehehe..
Bulan kemaren saya dapet request bikin gambar, yang nantinya gambar tersebut bakal ditaruh di undangan resepsi pernikahan mereka. Kebetulan mas Roy, sbagai pemesan, ini adalah teman akrab saya jaman aktif basket dulu.. itung-itung ngebantu, eeeeh Alhamdulillah dibayar 'lumayan'.. hehehe..
Senangnya bekerja sesuai hobi dan mendapat bayaran yang oke juga..
monggo kalo ada yang mau juga.. hehe

Monday, April 25, 2011

bali 24Feb-14 Mar 2011 ( Jadi tur Guide&Nyepi sambil Thipoid)

Esoknya, kira2 hari ke 6 saya di Bali, adalah hari kepulangan Nabila, maklumlah doi tipikal mahasiswa yang ga terlalu rebel, jadi ga mau bolos kuliah.. Kebetulan, malah ada 4 anak perempuan adek kelas saya yang datang berkunjung pada hari tersebut, mreka ke Bali cuma 3 hari 2 malam, wow ga tuh...

Rencana awalnya, saya akan di Bali selama 2 minggu saja, dan pada saat adek saya pulang, saya berencana sendirian ke lombok, itung2 di Bali suasana nyepi dan pikir saya, pas nyepi saya di lombok, jadi ga ganggu yang di Bali.
Takdir dan mreka(4teman saya itu) sedikit merubah rencana saya, mobil sewaannya di extend, dan untuk 3hari itu saya jadi driver mreka, dan secara spontan mreka minta saya antar ke Amed (setelah ngelihat foto2 dan crita2 saya&adek saya), pada hari pertama kami ramai2 ke pantai padang-pdang dan uluwatu yang letaknya berjejeran, sebelum menghabiskan senja di pantai Jimbaran. sungguh indah pmandangan disana. Pura di ujung bukit raksasa di Uluwatu, pantai Padang-padang yang seperti tersembunyi dibalik Karang2 raksasa (tempat syuting film EatPrayLove), dan Jimbaran dengan sunset yang molek.

Paginya, semua minus adek saya, berangkat ke Amed (lagi). Kami mampir dulu di Sukowati karna anak2 ini mau belanje2 dulu, wow sekali, saya nunggu sampe 2jam di parkiran (mereka tipikal "belanja"). Dan yang membuat saya kaget adalah mengenai kondisi fisik saya, saya mulai terasa pusing dan badan pegal2 disertai meriang. Gila, batin saya menyeringai.

Saya berhasil menyetir sampai Amed, sore itu kami mencari tempat menginap untuk kami ber5 dan alhamdulillah dapat tempat persis dipinggir pantai, ajib gila disini. Tapi sayang, fisik saya tambah menurun, pusing sangat, lidah pait dan mual sangat. Saya diagnosis sendiri, saya sepertinya mengalami , ehm , thipoid. Baru pertamakali seumur hidup saya. Jauh dari rumah pula, sendiri pula.

2hari di Amed itu serasa sedikit memaksa untuk fisik saya, ya, saya emang ikut snorkling lagi, pas di laut sih saya ga krasa apa2, keindahan karang dan ikan2 di Amed ini menyirnakannya. Tapi saat mau pulang, kondisi saya drop lagi, sampai2 pulang ke Denpasar disetirin dek Atria, untung dia sebagai cewe jago nyetir euy..

Mreka pulang pada sore hari, pas bgt pas sampai bandara pas flight mreka mo boarding kurang 1-2jm-an.. Saya lalu pulang k pnginapan, langsung tepar dari sore sampai esok siangnya, hari itu hari Kamis, singkat crita, malam itu, saya dijemput kawan lama saya(yang suda berdomisili di Bali) untuk mnginap di asrama Masjid-nya, Alhamdulillah sampai keesokan harinya tubuh saya sedikit demi sdikit membaik, meski masih tipes bgt, bisa Jumatan di Mesjid besar pula.. =]

pada Jumat siang, saya dijemput oleh teman saya yang lain, si Dewo, pada hari Sabtu adalah hari Nyepi, jadi saya memutuskn untuk menerima tawaran si Dewo untuk ikut pulang ke desanya di Bangli, kota kecil di Selatan Kintamani, desa yang indah dan berjarak 2 jam dari Denpasar. Hitung2 pengen istirahat demi melawan tiphoid juga.. Oya, saya sengaja ga ngabarin rumh karena takut disuruh pulang karena sakit.... hehehehe ;p

Sesampai di rumah desa di Bangli, saya terkagum2 dan sangat senang karna tempat yang saya akan tinggali ini berupa rumah yang tipikal bali sekali, setelah masuk pagar, langsung terdapat lumbung padi dan gedung kecil untuk upacara keluarga, pojok kiri terdapat pura kecil, di sisi kiri terdapat rumah utama, di kiri depan terdapat rumah kedua (yang saya tinggali) gedung di belakang sebagai gudang, di kanan terdapat gedung makan dan dapur, sangatkhas... =]

Rumah ini hanya ditinggali oleh Nenek Dewo yang sudah berusia 92 tahun, dan Bibik Tilas, yang keduanya hanya faseh berbahasa Bali, untug bik Tilas bisa bahasa Indonesia juga, karna setelah Nyepi, saya akan sendirian, karena Dewo akan kembali kerja di Denpasar..

Saya ikut rangkaian upacara2 yang diadakan sebelum dan setelah Nyepi di kluarga ini, saya dipakaikan kemeja, topi dan sarung khas Bali oleh Dewo, dan ikut masuk k Pura2 mereka, sedikit banyak saya jadi lumayan mengerti mengenao Hindu Bali, orang2 lokal Bali sangat religius dan sangat menerima perbedaan, contohnya saya masuk ke dalam pura, motret2 kegiatan upacara mreka dll dll dan mreka sangat amat teramat ramah diluar ekspektasi saya.
Mulai dari upacara Ogoh2 yag mistis, hari Nyepi yang bener2 sepi tanpa smuanya (malah jadi istirahat setotal2nya), sampai rangkaian upacara Odalan di beberapa Pura berhasil saya abadikan dalam memori saya. Saya jadi kangen juga sama masakan Bik Tilas yang serba Pedas (padahal saya lagi tipes) dn tiap hari buatin bubur buat saya, Nenek yang sering ga make atasan dan senyam senyum ngromyang bahas Bali, sampai Anjing rumah mreka yang suka manjat tembok (anjing Ninja, kata Dewo, hahaha)

Selama 6 hari saya tinggal disinbadan sudah pulih, daaaaaaan saya berangkat keeee LOMBOK! =D




(to be continue...)











Sunday, April 24, 2011

BAli 24Feb-14 Mar 2011 ( Keliling Bali #2)

Perjalanan menelusuri hutan dan dataran tinggi kami lalui kembali, kami mampir sebentar di komplek pura Besakeh, di kaki gunung Agung. Pura "Pusat" bagi orang hindu Bali ini memiliki luas berhektar-hektar, sungguh indah! Disana kami menyewa guide dan berkeliling di komplek utamanya, melihat upacara keagamaan yang kebetulan sedang dijalankan, mengambil gambar2 di setiap sudutnya, saya sangat kagum akan bangunan2 itu.. *tapi saya menyayangkan, turis seperti diperas duitnya, karna banyak retribusi yang kudu kami bayar sambil mengerenyitkan dahi =[

Dan kami melanjutkan perjalanan dalam pelukan senja yang sejuk ke Ubud. =]
Ubud, setahu saya adalah salah satu daerah wisata di Bali yang menawarkan kesenian sebagai hal utama. malam itu sesampainya kami di Ubud, kami sempat jalan-jalan di jalan utamanya (*lupa nama jalannya), tampak keramaian seperti umumnya pusat wisata, bule2, toko2 suvenir, yang beda adalah galeri2 seni dan beberapa panggung yang menyajikan kesenian dan benda seni tingkat tinggi khas Bali. Entah apa karna di rundung masalah budget yang terbatas, atau kelelahan, atau tidak terlalu mengerti secara dalam terhadap hal2 tadi, kami tidak terlalu lama2 menikmati ubud, hehehehehe...

Kami beristirahat setelah menemukan tempat menginap yang lumayan murah (cottege fasilitas cihuy kasur 2biji 150rb di dkt mongkeyforest, Ubud), paginya saat kami sarapan, kami mengobrol banyak dengan seorang turis asal Amerika, George, yang kebetulan nginap di kamar sebelah sendirian. Singkat cerita, kami memutuskan untuk bersama hari itu. (dibayarin bensin gitu loh =]). Kami berjalan di monkey forest, lalu ke goaGajah, (banyak prasasti awal peradaban Hindu di Bali disini, sumpah keren!

Sore hari, tepat pukul 5 sore, kami bertiga (saya,Nabila &George) sudah sampai di Pantai Kuta dan check in di hotel (langganan) murah kami (oke saya kasitau, hotelnya dekat sekali dr pantai, Hotel Nemayasa, jalan Legian, sangat direkomendasikan untuk backpacker yang nyari tmpt strategis. ongkos kamar 150rb permalam, kasur 2, tanpa Ac, plus kolam renang n breakfast., jalan kaki 5mnit dari pantai kuta. mnurut saya ini mantab!karena jika dibandingin semua hotel2 di sekitar2nya, miimal 200rb paling murah euy..)

Perjalanan kami sangat seru, kebetulan si George ini tukang ngomong, pria 26 tahun yang bujang, dia seorang penulis yang 'nyasar' di Bali karena abis baca eatpraylove, dia sudah kira2 satu tahun ini seorang diri keliling afrika dan Asia, kami berkelakar tentang macam2 hal, dari politik sampai sex, hehe, kami mampir di sukowati (tapi kami sama2 ga ada yang beli sesuatubenda pun, sama2 tipikal 'ngga' belanja kitah2) dan saya ajak dia mampir di warung mieayam, dan takjubnya dia doyan sekali apalagi dengan saus merah mie ayam itu, semoga peprutnya aman aja tu hehehe..

iya sih inggris saya buruk, tapi percaya deh, sesuai pengalaman, asal cuek ngomong sembarangan n ga usa malu2 kalo salah, komunikasi bakal lumayan lancar. =]

Setelah di pantai, kami merebahkan bokong2 lelah kami di pasirnya, memang ga sebersih dan senatural dulu, ramainya masyaAllah pantai ini, sedikit merusak keindahannya, tapi tetep, kalo ga ke Kuta ga ke Bali kan ya? (ini gara2 lagunya Andre Heanusa itu loh..)
Sunset hari itu indah seperti hari lainnya, kami terdiam saat memandang suasana disana, anjing2 kintamani yang kelihatan linglung, anak2 muda Bali yang tanpa beban main bola, ratusan penjual pernak pernik dan aneka makanan minuman yang beraut sama, anak2 studi tour yang ga bisa diam dengan kamera2nya, turis2 wanita yang cuek dengan bikini2 indahnya, dll dll, dibalut Orange matahari yang hangat mewarnai ombak ombak yang bernyanyi tanpa arah. saya suka pantai =]

(to be continued ...... )